
Oleh : Imam Kusnin Ahmad SH. Wartawan. Aktif di Devisi Jaringan Media dan IT PW ISNU Jawa Timur.
WAKIL PRESIDEN Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa (3/2/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah pusat untuk memperkuat komunikasi dengan basis keagamaan, sekaligus menguatkan peran pendidikan pesantren dalam menghadapi dinamika nasional dan tantangan era digital.
Setibanya di lokasi, Wapres disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Prof KH Asep Syaifuddin Chalim, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mojokerto dan sejumlah pejabat terkait lainnya. Dalam pertemuan dengan para ulama dan pimpinan pesantren, Gibran menegaskan peran strategis kalangan keagamaan sebagai penuntun moral sekaligus mitra pemerintah dalam membangun bangsa.
“Saya sowan untuk mendapatkan saran, masukan, evaluasi, atau apa pun itu. Selama lebih dari satu tahun kami bersama Pak Presiden Prabowo memimpin, banyak sekali tantangan dan dinamika yang kami hadapi,” ucap Wapres. Ia juga mengangkat sejumlah musibah dan bencana alam yang terjadi di penghujung tahun lalu hingga awal tahun ini sebagai bahan refleksi bersama. Menurutnya, baru saja kembali dari daerah terdampak di Tamiang Aceh yang kini memasuki fase pemulihan.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Oleh karena itu, kami mohon doa dan dukungan dari para kiai agar proses pemulihan ini bisa berlangsung lebih cepat dan lancar,” sambungnya. Selain isu kebencanaan, Wapres menyampaikan perkembangan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren yang merupakan wujud realisasi aspirasi para kiai. Kehadiran direktorat ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan pesantren di Indonesia.
“Ke depan kami mohon arahan dan saran dari para kiai agar Dirjen Pesantren ini benar-benar bisa membawa arah yang lebih baik bagi pondok dan pesantren. Saat ini masih banyak persoalan yang dihadapi pesantren dan para pengasuhnya,” jelas Wapres. Tak hanya itu, ia juga menyampaikan perkembangan terkait Kampung Haji, di mana beberapa bangunan dan lahan telah melalui proses negosiasi oleh Danantara. “Ke depan, ini diharapkan dapat mempermudah serta meningkatkan pelayanan bagi warga kita yang melaksanakan haji dan umrah,” paparnya.
Selain berdialog dengan para ulama, Wapres juga memberikan pesan khusus kepada para santri agar tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu keislaman, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, pesantren memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi muda yang berkarakter kuat sekaligus memiliki kompetensi digital yang mumpuni.
“Santri harus siap menghadapi perubahan zaman. Penguasaan teknologi, jika dibarengi dengan akhlak yang baik, akan menjadi kekuatan besar bagi masa depan bangsa,” ujarnya saat berinteraksi dengan santriawan dan santriawati. Ia menilai, kombinasi nilai-nilai keagamaan dan kecakapan teknologi dapat membuka peluang besar bagi santri untuk berperan aktif di berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif dan inovasi digital, yang sejalan dengan visi pembangunan Indonesia Emas 2045.
Menutup pertemuan dengan kalangan ulama, Wapres menitipkan pesan khusus kepada pemerintah daerah untuk mengimplementasikan program-program prioritas Presiden secara optimal di Kabupaten Mojokerto. “Saya titip kepada Pak Bupati, mohon agar program-program Presiden dapat berjalan dengan baik di Mojokerto, terutama MBG (Makan Bergizi Gratis), CKG (Cek Kesehatan Gratis), serta program prioritas lainnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Prof KH Asep Syaifuddin Chalim menyampaikan doa dan harapan yang mendalam bagi kepemimpinan negara. “Semoga Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden senantiasa dilimpahi kesehatan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, diberikan petunjuk, bimbingan, dan perlindungan dalam mengemban amanah untuk bangsa dan negara,” ujarnya.
Pengamanan seluruh rangkaian kunjungan dilakukan secara ketat oleh aparat gabungan TNI dan Polri. Danrem 082/Citra Panca Yudha Jaya Kolonel Inf Batara Alex Bulo menjamin bahwa seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar sesuai standar pengamanan VVIP. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan bangsa, setelah itu Wapres beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bandara Juanda untuk kembali ke Jakarta dengan pengawalan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Perlu kita jadikan inspirasi bahwa kemajuan bangsa tidak dapat tercapai sendirian. Kolaborasi erat antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, khususnya lembaga keagamaan seperti pesantren, menjadi pondasi kuat dalam menghadapi setiap tantangan. Selain itu, penting bagi kita untuk mendukung upaya peningkatan kompetensi generasi muda, di mana kombinasi nilai-nilai luhur dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman akan menjadi modal utama meraih cita-cita Indonesia Emas 2045. Mari kita dukung setiap langkah upaya membangun negeri ini, dengan menjaga sinergi dan saling mendukung untuk kesejahteraan bersama seluruh rakyat Indonesia.*Wallahu A’lam Bisawabi*
