Presiden Prabowo Akan Hadir di Mujahadah Kubro 1 Abad NU Pemkot Malang Siap Siaga

MALANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan menghadiri acara besar “Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU)” yang diselenggarakan PWNU Jawa Timur di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada tanggal 7–8 Februari 2026. Hal ini disampaikan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat setelah kembali dari Rakornas Kepala Daerah se-Indonesia bersama Presiden di Jakarta pada Rabu (2/2), dengan menyatakan “Insyalah hadir” terkait kehadiran Presiden. PCNU Kota Malang dan Pemerintah Kota Malang sebagai pihak penyelenggara telah menyatakan kesiapan penuh menyambut rencana kedatangan Presiden serta lebih dari 100.000 jamaah yang diperkirakan akan menghadiri acara tersebut.

Kesiapan Penyelenggara dan Pemerintah

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa pihaknya bersama Sekretariat Kota telah melakukan koordinasi intensif sejak jauh hari, termasuk menyiapkan sejumlah skema alternatif untuk mengantisipasi dinamika di lapangan. Ketua PCNU Kota Malang Dr KH Israqunnajah (Gus Is) juga menyampaikan kesiapan penuh pihaknya, dengan menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah daerah se-Malang Raya sangat luar biasa.

“Alhamdulillah support pemda se-Malang Raya, khususnya Pemkot Malang, sangat luar biasa. Juga, saudara kami dari PD Muhammadiyah dan gereja sekitar stadion, sangat mendukung suksesnya gawe NU ini,” ujar Gus Is.

Perhatian khusus diberikan pada kapasitas Stadion Gajayana yang hanya mampu menampung maksimal 30.000 orang, sedangkan jumlah jamaah diperkirakan jauh lebih banyak dan akan meluber ke jalan-jalan sekitar lokasi. “Titik perhatiannya bukan hanya di dalam stadion. Jamaah paling banyak berada di luar stadion, di jalan-jalan sekitar. Kalau Presiden lewat, sudah kita siapkan pengondisiannya, jemaah akan diarahkan ke mana,” papar Wahyu.

Sebagai solusi, Pemkot Malang bersama PCNU Kota Malang akan menyediakan videotron di berbagai titik agar jemaah di luar stadion tetap dapat mengikuti rangkaian acara dengan nyaman dan tertib. “Jumlah videotron kita koordinasi dengan PCNU Kota Malang. Intinya, setiap titik jamaah akan kita siapkan videotron,” imbuhnya.

Rangkaian Acara yang Diagendakan

Rangkaian Mujahadah Kubro 1 Abad NU yang diselenggarakan PWNU Jatim akan dimulai sejak Sabtu (7/2) pukul 21.00–24.00 dengan acara Sholawatan yang digelar oleh Majelis Sholawat se-Malang Raya. Agenda pada hari Ahad (8/2) meliputi:

– Khotmil Qur’an: 00.00–01.00 WIB
– Sholat malam: 01.00–02.00 WIB
– Mujahadah dan ijazah kubro: 02.00–04.00 WIB
– Sholat subuh dan sholawatan Syubbanul Muslimin: 04.00–06.30 WIB
– Resepsi: 06.30–09.00 WIB

Pada sesi resepsi yang akan dihadiri Presiden, agenda yang akan dilaksanakan meliputi sambutan Ketua PWNU Jatim, sambutan Gubernur Jatim, Taujihad Mustasyar PWNU Jatim, sambutan Presiden, dan penutupan dengan doa. Hal ini diungkapkan Ketua Panitia Mujahadah Kubro PWNU Jatim Prof Maskuri Bakri. Selain jajaran PWNU Jatim, PCNU, dan jamaah NU se-Jatim, acara juga akan dihadiri oleh pengurus PBNU serta ketua PWNU dari luar Jawa Timur yang diundang secara langsung.

Toleransi Beragama Terbukti Nyata

Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel (Katedral Ijen) yang berlokasi tidak jauh dari lokasi acara melakukan penyesuaian jadwal ibadah demi mendukung kelancaran agenda besar keagamaan tersebut. Romo Paroki Katedral Ijen, Petrus Prihatin, menyatakan bahwa misa Sabtu pagi dan sore, serta Minggu pagi dan siang, untuk sementara waktu ditiadakan.

“Respons umat sangat baik dan dewasa. Mereka menerima keputusan ini dengan penuh pengertian. Inilah bentuk toleransi yang nyata dalam kehidupan beragama. Solusinya bisa misa di gereja lain,” ujar Romo Petrus.

Tak hanya itu, Gereja Katedral Ijen juga memberikan dukungan fasilitas bagi jamaah Mujahadah Kubro. Area samping gereja dibuka sebagai tempat transit dan istirahat, lengkap dengan fasilitas toilet yang dapat digunakan secara cuma-cuma.

Informasi Penutupan Jalan

Sebagai informasi tambahan, akan dilakukan penutupan jalan selama pelaksanaan Mujahadah Kubro pada tanggal 7–8 Februari 2026, yang meliputi 12 ruas jalan di kawasan Ijen dan sekitarnya. Penutupan jalan dilakukan untuk memastikan kelancaran acara serta keselamatan seluruh peserta dan masyarakat umum.*Imam Kusnin Ahmad*