
Diar Mandala, Peneliti dan Aktivis Sosial 🇮🇩
Sebagai peneliti dan aktivis sosial di bidang pariwisata dan politik, Diar Mandala memiliki kesempatan langka untuk mengunjungi beberapa negara di Timur Tengah, yaitu Mesir, Saudi Arabia, dan Palestina. Kesempatan ini diberikan oleh tempat kerjanya, yang memungkinkan Diar untuk melakukan penelitian mendalam tentang sejarah dan peradaban di wilayah ini.
“Pengalaman ini sangat berharga bagi saya sebagai peneliti,” kata Diar dalam sebuah wawancara dengan media. “Saya ingin memahami lebih dalam tentang sejarah dan peradaban di Timur Tengah, dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat di wilayah ini, terutama dalam konteks pariwisata dan politik.”
Di Mesir, Diar melakukan penelitian tentang sejarah dan peradaban kuno di wilayah ini, yang telah dimulai sejak jaman Nabi Adam AS dan berkembang hingga menjadi salah satu peradaban terbesar di dunia kuno. “Arsitektur kuno Piramida Giza sangat mengagumkan,” katanya. Diar juga mengunjungi Museum Mesir, yang menyimpan koleksi artefak-artefak kuno, termasuk mumi-mumi pharaoh yang pernah memerintah Mesir.
Di Saudi Arabia, Diar melakukan penelitian tentang sejarah dan peradaban Islam di wilayah ini, yang telah dimulai sejak jaman Nabi Ibrahim AS dan berkembang hingga menjadi salah satu agama terbesar di dunia. “Ka’bah adalah bangunan suci yang sangat penting bagi umat Islam,” katanya. Diar juga mengunjungi Madinah, kota yang menjadi tempat hijrah Nabi Muhammad SAW dan pusat penyebaran Islam.
Di Palestina, Diar memiliki kesempatan untuk bergabung dengan misi kemanusiaan bersama berbagai LSM dunia, yang bekerja untuk membantu masyarakat Palestina yang terkena dampak konflik. “Saya sangat terharu dengan kondisi masyarakat Palestina yang harus hidup di bawah tekanan dan kesulitan,” katanya. Diar bergabung dengan tim yang bekerja di lapangan, membantu distribusi bantuan makanan dan obat-obatan, serta memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat yang terkena dampak.
“Pengalaman ini sangat membuka mata saya tentang realitas kehidupan di Palestina,” katanya. “Saya menyadari bahwa konflik di wilayah ini tidak hanya tentang politik, tetapi juga tentang kemanusiaan dan hak asasi manusia.”
Diar berharap bahwa penelitiannya dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman yang lebih baik tentang sejarah dan peradaban di Timur Tengah, dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat di wilayah ini, terutama dalam konteks pariwisata dan politik.
Penelitian Diar Mandala di Timur Tengah telah memberikan wawasan yang berharga tentang sejarah dan peradaban di wilayah ini, yang telah menjadi saksi bisu perjalanan umat manusia sejak jaman para nabi. Semoga penelitian ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih memahami dan menghargai sejarah dan peradaban di Timur Tengah, serta Terinspirasi Sejarah Peradaban Nusantara.
