بسم الله *Resolusi Konflik untuk Perdamaian Dunia*

 

Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Resolusi adalah proses penyelesaian secara mendasar dari akar masalah. Resolusi konflik dalam Islam selalu dimulai dari pengakuan terhadap keadilan. Tidak ada perdamaian sejati tanpa kejujuran mengakui siapa yang didzalimi dan siapa yang mendzalimi. Damai yang dibangun di atas penindasan hanyalah jeda sebelum konflik berikutnya. Karena itu, Al-Qur’an memerintahkan keadilan bahkan terhadap pihak yang dibenci, sebab keadilan adalah fondasi utama perdamaian yang berkelanjutan (Modified AI, 2026).

Islam juga menempatkan dialog dan diplomasi sebagai jalan utama penyelesaian konflik. Perbedaan tidak dihadapi dengan senjata, tetapi dengan hikmah, akal sehat, dan kesediaan untuk saling mendengar. Rasulullah SAW memberi teladan bahwa kesabaran dan perjanjian damai meskipun tampak merugikan di awal, tetapi sering kali justru membuka pintu stabilitas dan perubahan besar di masa depan.

Nabi Muhammad SAW dikenal karena kesabaran dan kemampuan beliau dalam membuat perjanjian damai, seperti Perjanjian Hudaibiyah, yang merupakan contoh penting dari resolusi konflik damai dalam Islam. Perjanjian ini menunjukkan kesabaran dan kebijaksanaan Nabi dalam menyelesaikan konflik dengan kaum Quraisy Mekah. Berikut bagian teks perjanjian damai yang dibuat (Modified AI, 2026):

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
هَذَا مَا صَالَحَ عَلَيْهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ سُهَيْلَ بْنَ عَمْرٍو
عَلَى وَضْعِ الْحَرْبِ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ وَقُرَيْشٍ عَشْرَ سِنِينَ
يَأْمَنُ فِيهَا النَّاسُ وَيَكُفُّونَ بَعْضُهُمْ عَنْ بَعْضٍ
وَمَنْ أَتَى مُحَمَّدًا مِنْ قُرَيْشٍ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهِ رَدَّهُ إِلَيْهِمْ
وَمَنْ جَاءَ قُرَيْشًا مِمَّنْ مَعَ مُحَمَّدٍ لَمْ يُرَدُّهُ إِلَيْهِم

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ini adalah perjanjian yang disepakati oleh Muhammad Rasul Allah dengan Suhail bin Amr: Perang antara Muslimin dan Quraisy dihentikan selama sepuluh tahun, orang-orang aman dan tidak menyerang satu sama lain. Barangsiapa datang kepada Muhammad dari Quraisy tanpa izin walinya, maka dikembalikan kepada mereka. Dan barangsiapa datang kepada Quraisy dari pengikut Muhammad, tidak dikembalikan kepada Muhammad…”

Perjanjian Hudaibiyah adalah contoh penting dari resolusi konflik damai dalam Islam. Namun resolusi konflik tidak berhenti pada penghentian senjata. Islam mengajarkan pentingnya rekonsiliasi dan pemulihan: menyembuhkan luka sosial, memulihkan martabat korban, dan membangun kembali kepercayaan yang hancur. Memaafkan bukan berarti melupakan kejahatan, tetapi mengakhiri siklus kebencian agar generasi berikutnya tidak mewarisi dendam yang sama.

Dalam konteks global, Islam memandang perdamaian sebagai amanah kolektif. Para pemimpin dunia memikul tanggung jawab besar untuk tidak memanfaatkan konflik demi kepentingan sempit. Masyarakat internasional dipanggil untuk berdiri bersama korban, bukan memilih diam atau berpihak karena keuntungan politik.

Akhirnya, resolusi konflik global bukan sekadar proyek diplomasi, melainkan ibadah kemanusiaan. Hal ini menuntut keberanian untuk adil, kerendahan hati untuk berdialog, dan kebijaksanaan untuk menempatkan kehidupan manusia di atas segalanya.
Islam mengajarkan bahwa perdamaian bukan tanda kelemahan, tetapi bukti kedewasaan peradaban.

Dunia hari ini harus lebih dari sebelumnya yakni harus lebih dewasa. Dunia saat ini dengan sadar membutuhkan peradaban yang memilih menyelamatkan masa depan. Dunia saat ini sadar tidak membabi buta bukan mempertahankan permusuhan masa lalu. Tetapi Dunia insyaAllah mulai mendapat hidayah memperhatikan bahkan mengutamakan generasi penerus yang hidup damai. Semoga demikian aamiin.

Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.

Surabaya,
10 Sya’ban 1447
atau
29Januari 2026
m.mustain