الحمد لله Jatah dibarengi muthowif dari agen berapa kali…

بسم الله
*Allah SWT Melipatgandakan pahala*

Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS

“Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki.” Kalimat ini berasal dari arti potongan dari QS Al-Baqarah: 261, yakni:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.”

Tafsir QS 2:261 menjelaskan tentang perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Ayat ini menggambarkan bahwa pahala yang diberikan kepada orang-orang yang berinfak di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada setiap tangkai ada seratus biji.

Tafsirnya adalah sebagai berikut:
– Orang-orang yang berinfak di jalan Allah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, seperti biji yang tumbuh menjadi tujuh tangkai dengan seratus biji pada setiap tangkai.
– Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki, artinya bahwa pahala yang diberikan tidak terbatas dan tidak dapat dihitung.
– Ayat ini juga menekankan bahwa Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui, artinya bahwa Allah memiliki kekuasaan dan pengetahuan yang tidak terbatas, sehingga Allah SWT dapat memberikan pahala yang sesuai dengan amal perbuatan hamba-Nya.

Tafsir ini diambil dari kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Jalalain, dan Tafsir Al-Qurthubi (Modified Meta AI, 2026).

Ada contoh usaha supaya pahala kita akan dilipatgandakan yakni melakukan sunnah bahkan amalan-keutamaan. Contoh sholat pakai sorban insyaAllah dilipatkan 70x lipat. Hal ini adalah sunnah yang dianjurkan dalam beberapa hadits, di antaranya:
“صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي عِمَامَتِهِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهِ بِسَبْعِينِ صَلَاةً مِنْ غَيْرِ عِمَامَةٍ”

Artinya: “Shalat seseorang dengan memakai sorban lebih utama daripada shalatnya tanpa sorban sebanyak 70 kali.” (HR Darukutni, no. 1/451)

Demikian juga sholat pakai siwak sebelum mulai akan juga dilipatkan 70x. Dan ini adalah sunnah yang dianjurkan dalam sebuah hadits:

“صَلَاةٌ بِسِوَاكٍ أَفْضَلُ مِنْ سَبْعِينِ صَلَاةً بِغَيْرِ سِوَاكٍ”

Artinya: “Shalat dengan siwak lebih utama daripada 70 shalat tanpa siwak.” (HR Ibnu Majah, no. 289).

Namun perlu diingat bahwa kedua hadits ini memiliki sanad yang lemah, sehingga tidak semua ulama menerima keshahihannya. Akan tetapi sebagai amal tambahan maka hemat penulis hal ini menjadi sangat penting untuk menjaring pahala yang dilipatgandakan. Semoga kita termasuk orang yang dilipatgandakan amalan kita aamiin.

Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.

Surabaya,
23 Rojab 1447
atau
13 Januari 2026
m.mustain