بسم الله *Anak Idaman Orang-Tua*

 

Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Hampir setiap orang tua menginginkan putra-putrinya bisa lebih baik dari pada dirinya. Tetapi kenyataannya kondisi anak bisa sama dengan orang tua, itu tidak banyak bahkan tidak jarang yang jauh tidak lebih bagus dari orang tuanya. Ada dua macam anak yang menjadi idaman setiap orang tua, yakni anak yang Qurrota A’yun (Penyejuk Mata) dan anak yang menjadi Perhiasan hidup.

Masing-masing dua macam anak ini sungguh sangat besar ketergantungannya terhadap orang tua, yakni bagaimana anak itu dibesarkan.

1. Anak Penyejuk mata

Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 74 memberikan dasar yang berbunyi:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Artinya: “Dan orang-orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.”

Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman mendambakan dan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan anak-anak yang sholeh sholihah dan menjadi penyejuk hati mereka. Mereka juga berdoa agar menjadi imam bagi orang-orang yang bertakwa (Modified Meta AI, 2026).

Disambung dengan Al-Qur’an surat Al-Zukhruf 71 berbunyi:

قُرَّةُ أَعْيُنٍ وَلَهُمْ مَا يَشْتَهُونَ

Artinya: “(Mereka adalah) penyejuk mata (bagi orang-orang yang beriman) dan mereka memiliki apa yang mereka inginkan.”

Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman akan mendapatkan kenikmatan di surga, yaitu penyejuk mata dan apa yang mereka inginkan. Mereka akan mendapatkan kebahagiaan dan kesenangan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, ayat ini berarti bahwa orang-orang yang beriman akan mendapatkan kenikmatan di surga yang membuat mata mereka sejuk dan hati mereka bahagia. Mereka akan memiliki apa yang mereka inginkan dan tidak akan pernah merasa sedih atau tidak puas (Modified Meta AI, 2026).

2. Anak Perhiasan Dunia

Al-Qur’an surat Al-Kahf ayat 46 memberikan penjelasan sebagai berikut,

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Artinya: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang kekal adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik untuk menjadi harapan.”

Ayat ini menjelaskan bahwa harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi tidak akan membawa kebahagiaan yang abadi. Yang lebih baik adalah amal kebajikan yang kekal, karena itu akan membawa pahala yang besar di sisi Allah SWT dan menjadi harapan yang baik bagi kita.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, ayat ini berarti bahwa harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi tidak boleh membuat kita lupa akan akhirat. Yang lebih penting adalah amal kebajikan yang kekal, karena itu akan membawa kita ke surga dan membuat kita bahagia selama-lamanya (Modified Meta AI, 2026).

Point penting artikel ini adalah:
1. Kita harus meningkatkan kepedulian terhadap mendidik anak.
2. Kita yang akan punya anak kecil, ketika masih bujang dan mencari calon istri, harus memasukkan kriteria untuk perbaikan generasi.
3. Usaha mendidik anak harus ada ikhtiar dzohir dan bathin (ada riyadloh atau tirakat).
4. Selamat bagi kita yang memilki anak yang secara kasat mata menjadi penyejuk hati dan perhiasan. Tetapi masih harus tetap memperbaiki dan memperbaiki.
Semoga kita bisa memberi contoh amalan-amalan baik di hadapan anak, aamiin.

Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.

Surabaya,
15 Rojab 1447
atau
05 Januari 2026
m.mustain