Kisah Perjuangan Keluarga Mandala: Dari Syech Dalem Dayeuhan hingga Syech Ruyyani

Oleh: Diar Mandala

Assalamualaikum warahmmatullahi wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam, serta mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Dengan rahmat dan karunia Allah SWT, penulis, dengan bangga mempersembahkan sejarah leluhurnya yang penuh dengan keagungan dan pengabdian, dengan tujuan untuk memperkenalkan dan menginspirasi generasi muda tentang pentingnya perjuangan dan pengabdian dalam syiar Islam.

Biografi Penulis

Penulis, adalah cucu Syech Ruyyani yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang sangat religius. Pernah menuntut ilmu dan sempat mengajar di beberapa perguruan tinggi di Jakarta. Selain itu, pernah bekerja di luar negeri, termasuk di Timur Tengah.

Sejarah Leluhur

Berikut adalah urutan nama-nama leluhur saya:

I. Syech Lancar
II. Syech Dalem Dayeuhan
III. Syech Balar

Mereka bertiga adalah kakak beradik yang berasal dari daerah Mandalay, perbatasan antara Bangladesh dan Burma (sekarang Myanmar). Mereka bertiga melakukan syiar Islam melalui jalur sutra dan tiba di Kadupinang, Pandeglang, Banten.

Kunjungan Sultan Maulana Hasanuddin ke Kadupinang

Sekitar abad 15, Sultan Maulana Hasanuddin berkunjung bersama ayahnya Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) ke Tegal Papak, Kadupinang, untuk bertemu dengan Dalem Dayeuhan dan putranya Dalem Mandala. Mereka tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga membahas tentang syiar Islam dan pemerintahan di daerah Banten. Saat itu, Dalem Dayeuhan berumur 40 tahun, Dalem Mandala berumur 25 tahun, dan Sultan Hasanuddin berumur 17 tahun.

Syech Dalem Dayeuhan: Salah Satu Penasehat Sultan Hasanuddin

Syech Dalem Dayeuhan adalah salah satu penasehat Sultan Hasanuddin, penguasa Kesultanan Banten. Beliau juga merupakan salah satu orang dalem keraton kerajaan Sultan Banten, yang memiliki peran penting dalam memberikan saran dan nasihat kepada Sultan. Beliau memiliki putra-putri yang bernama:

1. Syech Dalem Mandala
2. Nyi Wangi (nama kecamatan Mandalawangi diabadikan dari namanya)
3. Nyi Sarinten (menikah dengan Syech Mansyur Cikaduen, Pandeglang)
4. Putri Cacangkir (putri bungsu Syech Dalem Dayeuhan)

Silsilah Keturunan Syech Dalem Dayeuhan

Berikut adalah silsilah keturunan Syech Dalem Dayeuhan:

1. Syech Dalem Dayeuhan
2. Syech Dalem Mandala (putra Syech Dalem Dayeuhan)
3. Cili Mandala (putra Syech Dalem Mandala)
4. Dalem Gadung (putra Cili Mandala)
5. Cili Warehan (putra Dalem Gadung)
6. Syech Nayap (putra Cili Warehan)
7. Syech Daim (putra Syech Nayap)
8. Syech Samid (putra Syech Daim)
9. Syech Muhammad Arif (putra Syech Samid)
10. Syech Shohibul Mandala (putra Syech Muhammad Arif)
11. Syech Muhammad Ruyyani (Syech Ruyyani, putra Syech Shohibul Mandala)

Syech Shohibul Mandala: Mursyid Thareqat Qodariyah wa Nasabandiyah

Syech Shohibul Mandala adalah seorang mursyid Thareqat Qodariyah wa Nasabandiyah yang terkenal. Beliau memiliki madrasah di Mekkah dan tinggal di sana bersama anak dan istrinya. Beliau memiliki murid yang banyak, termasuk Syech Asnawi Caringin dan Syech Mama Falaq Pagentongan. Syech Shohibul Mandala juga bersahabat dengan Syech Nawawi Albantani, seorang ulama besar yang pernah menjadi imam Masjidil Haram.

Kunjungan Syech Nawawi ke Kadupinang

Syech Nawawi Albantani pernah mengunjungi Kadupinang dan bertemu dengan sahabatnya, Syech Shohibul Mandala, sebelum wafat di Mekkah.

Perjuangan Syech Shohibul Mandala

Syech Shohibul Mandala berjuang dalam syiar Islam dan melawan penjajahan Belanda. Beliau juga mendirikan pesantren-pesantren dan masjid-masjid di berbagai daerah Banten. Istrinya wafat di Mekkah dan dikuburkan di sana.

Syech Ruyyani: Penerus Perjuangan Ayahnya

Syech Ruyyani adalah putra Syech Shohib dan meneruskan perjuangan ayahnya sebagai mursyid Thareqat Qodariyah wa Nasabandiyah. Beliau memiliki istri-istri yang berasal dari berbagai daerah di Banten, antara lain:

1. Ibu Hj. Juriah (Kadukacang, Pandeglang)
2. Ibu Hj. Fatimah (Kadupinang, Pandeglang)
3. Ibu Hj. Kulsum (Parakan Saketi, Pandeglang)
4. Ibu Hj. Iyong (Cikuya, Maja, Pandeglang)
5. Ibu Hj. Kuraisin (Gunung Kencana, Lebak)
6. Ibu Kuting (Kerta, Banjarsari, Lebak)
7. Ibu Ani (Cijaku, Lebak)
8. Ibu Oyot (Bayah, Lebak)
9. Ibu Romlah (Cikoneng, Gunung Datar)

Keturunan Syech Ruyyani

Keturunan Syech Ruyyani terus menerus berjuang dalam syiar Islam dan melawan penjajahan Belanda. Mereka menyebar di berbagai daerah di Banten dan luar negeri, dan menjadi ulama, pengusaha, TNI, Polri, dan lain sebagainya. Salah satu putra Syech Ruyyani menjadi ulama di Mesir dan menjadi pelopor mahasiswa Al Azhar Kairo yang mendesak pemerintah Mesir untuk mendukung di forum PBB bahwa Indonesia adalah negara merdeka. Sehingga, pada tahun 1950, PBB mengakui Indonesia sebagai negara merdeka dan menjadi anggota PBB.

Kesimpulan:

Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa keluarga Mandala memiliki sejarah yang panjang dan kaya dalam syiar Islam dan perjuangan melawan penjajahan Belanda. Dari Syech Dalem Dayeuhan hingga Syech Ruyyani, mereka semua telah berjuang untuk memperjuangkan agama dan bangsa. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari sejarah mereka dan terus berjuang untuk kebaikan dan kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia.

“Dan ingatlah, Allah selalu bersama orang-orang yang berjuang untuk kebaikan dan keadilan”. (QS. Al-Ankabut: 69)

Wassalamualaikum warahmmatullahi wabarakatuh.

#IKBMkadupinang
#sdiarm 🇮🇩🇮🇩