
Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Dalam desain struktur itu umumnya ada syarat ukuran kekuatan dan stabilitas. Contoh dalam mendesain bangunan pelindung pantai dari beban gelombang umumnya berupa bangunan pemecah gelombang (Break water). Setidaknya struktur ini harus ada tiga uji stabilitas gelombang, lereng, dan amblesan. Apabila ketiga uji ini tidak memenuhi syarat ya struktur tidak layak untuk dibangun.
Apabila hitungan angka masing-masing tiga uji tersebut tidak nemenuhi standard atau tidak merepresentasikan kondisi sebenarnya, maka juga tidak layak dibangun. Kondisi seperti ini adalah dalam keadaan salah, apabila dipaksa dibangun maka akan rusak atau hancur. Ini konteks benar atau salah, apabila pada posisi salah maka sudah bisa dipastikan akan mengalami kesirnaan atau kemusnahan.
QS Al-Isra’ (17): 81 memberikan dalil tentang kesirnaan yang bathil, yakni;
وَقُلْ جَآءَ ٱلْحَقُّ وَزَهَقَ ٱلْبَٰطِلُ ۚ إِنَّ ٱلْبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقًا
Artinya: “Dan katakanlah, ‘Kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap.’ Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.”
Ayat ini menegaskan dengan jelas bahwa kebenaran (al-haq) akan selalu menang dan kebatilan (al-batil) akan lenyap. Ini adalah janji Allah bahwa kebenaran akan selalu ditegakkan dan kebatilan akan dihapuskan (Modified Meta AI, 2025).
Keterkaitan dengan kasus konflik di sebuah perkumpulan terasa masih tersisa ganjalan untuk mencapai islah yang dzohir bathin. Apabila dianalogkan dengan haq-bathil akan eksis-sirna maka mungkin akan ada rekayasa alternatif-alternatif solusi. Hal ini baik sekali untuk mengeksplore potensi alternatif yang mungkin. Ketika diuji dengan analisa tertentu maka akan kelihatan plus-minus masing-masing alternatif.
Ketika sudah final dengan pemilihan alternatif solusi yang terbaik selanjutnya adalah penerapan. Penerapan solusi ini sekaligus juga melewati uji haq-bathil yang akan berindikasi kepada cenderung eksis atau sirna. Dengan mudah bisa dilihat hasil uji ini, bahwa bila yang terjadi adalah dalam perjalanan waktu mengalami kerusakan maka tidak lama lagi bisa diestimasi akan sirna. Hal ini berarti rekayaya alternatif solusi yang diterapkan adalah bathil atau salah.
Kondisi sebaliknya apabila tahap implementasi solusi terpilih memberikan kecenderungan eksis dan baik. Misalkan kondisi paska penerapan solusi tidak ada kegundahan antar pengurus, tidak ada pengkutuban atau kubu kelompok, program perkumpulan berjalan, dll. Maka hampir bisa dipastikan bahwa solusi terpilih tersebut adalah betul. Semoga yang terjadi seperti ini aamiin.
Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.
Surabaya,
08 Rojab 1447
atau
29 Desember 2025
m.mustain
