
By. Diar Mandala
Banten, menaramadinah.com
Saudaraku sebangsa dan setanai air.
Bangsa Indonesia sedang menghadapi ujian besar terkait isu kewarganegaraan dan identitas bangsa. Klan Ba’alwi, yang merupakan keturunan Arab, sedang diuji materi status kewarganegaraannya, dan ini memicu perdebatan tentang kesetaraan dan keadilan bagi semua warga negara Indonesia. Data sensus 2010 menunjukkan bahwa jumlah warga keturunan Arab hanya sekitar 0,1% dari total populasi Indonesia, namun kekhawatiran muncul bahwa nasib pribumi Nusantara yang 99,99% tidak boleh dikalahkan oleh 0,1% imigran.
Isu ini memicu pertanyaan tentang bagaimana kita dapat memastikan bahwa hukum berlaku sama bagi semua warga negara, tanpa memandang agama, suku, atau latar belakang. Apakah kita akan membiarkan diskriminasi berlanjut, ataukah kita akan bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera bagi semua?
Saran:
1. Pemerintah harus memastikan bahwa hukum berlaku sama bagi semua warga negara, tanpa memandang agama, suku, atau latar belakang.
2. Masyarakat harus lebih aktif dalam mengawasi implementasi hukum dan menuntut keadilan bagi semua warga negara.
3. Pendidikan kewarganegaraan harus ditingkatkan untuk meningkatkan kesadaran tentang hak dan kewajiban warga negara.
Kesimpulan:
Kita harus bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera bagi semua warga negara Indonesia. Keadilan dan kesetaraan harus menjadi prinsip dasar dalam mengatur kewarganegaraan dan identitas bangsa. Mari kita kawal isu ini bersama-sama, agar bangsa Indonesia dapat menjadi lebih adil dan sejahtera bagi semua warga negaranya.
“NKRI Harga Mati, Keadilan untuk Semua, Bersatu Menjaga Kedaulatan Bangsa” #sdiarm 🇮🇩
