
Surabaya-menaramadinah.com-Menjelang Muktamar NU di Surabaya PADASUKA TV menyebarkan polling dimasyarakat. Khususnya Nitizen.
Dalam poling tersebut KH. Marzuki Mustamar mantan Ketua PW NU Jatim ini memperoleh dukungan yang cukup kuat yaitu mendapat rengking pertama. Mengalahkan KH. Yahya Kholil Staquf yang kini jadi Ketua Tanfiziah PBNU mendampingi Rois Am KH. Miftahul Akhyar.
Hal tersebut mengulang kembali tahun 2021 indostrategic. Dimana KH. Marzuki Mustamar elektabilitasnya cukup tinggi. Hanya saja di Muktamar Lampung tidak masuk dalam bursa calon Ketum PBNU.
Sementara Menara Madinah Survai mengadakan penelitian tentang siapa yang mendapat dukungan untuk menjadi Ketua Tanfiziah NU. Khususnya kepada NU Kultural dan PWI LS. Ternyata KH Imaduddin Utsman Al Bantani yang diurutan nomor satu.
Alasannya KH. Imaduddin Utsman Al Bantani seorang ulama yang memiliki ilmu agama yang cukup tinggi. Bahkan pemberani mengatakan kebenaran soal keberadaan Habib Baalawi.
Ditambah lagi beliaunya sosok kiai muda yang boleh dikatakan mujaddid dan punya Pondok Pesantren di Banten. Layak untuk memimpin NU bersama KH. Marzuki Mustamar.
“Memang PBNU harus dipimpin oleh ulama seperti KH. Imaduddin pintar baca kitab dan pengarang kitab. Sehingga PBNU marwahnya kembali seperti zaman Gus Dur dan KH. Idham Khalid,”ujar sejumlah responden.
Masyarakat NU Kutural baik didesa maupun kota saat ini menilai PBNU telah diisi sejumlah politisi dan habaib. Sehingga gerakan juangnya tidak sehebat zaman Gus Dur yang berani menyampaikan kebenaran.
Dari penelitian di daerah daerah Jatim banyak warga NU Kultural menginginkan PBNU dipimpin ulama yang berilmu agama tinggi seperi zaman dahulu. Tidak main pecat seenaknya sendiri. Juga pengurusnya tidak diisi para politisi. Karena sudah ada PKB.
Kini warga NU mulai membicarakan siapa siapa calon Ketua Tanfiziah PBNU di Muktamar Surabaya di tahun 2026. Mereka berharap pengurus PBNU adalah para ulama. Bukan politisi. Terbukti Bendahara terlibat korupsi diambil KPK. Ini memalukan sekali dan merusak marwah PBNU.
Husnu Mufid
