
Surabaya — Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) kembali menghadirkan kegiatan akademik bergengsi melalui Kuliah Pakar dan Bedah Buku Ilmu Gizi pada Komunitas, yang berlangsung pada Rabu (19/11/2025) di Aula Gedung B Lantai 3 FK UWKS. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat literasi gizi di kalangan mahasiswa kedokteran, sekaligus menghubungkan ilmu dasar gizi dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Buku “Ilmu Gizi” terbitan Erlangga menjadi fokus utama bedah buku, yang dibahas secara komprehensif dari aspek konsep, penerapan, hingga urgensinya dalam konteks kesehatan komunitas.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Devi selaku Ketua Panitia dan Ketua ELIB FK UWKS, yang menegaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari komitmen fakultas untuk membangun budaya akademik yang unggul dan relevan.
“Kegiatan ini dirancang untuk memperkaya pemahaman mahasiswa tentang ilmu gizi yang aplikatif di komunitas. FK UWKS ingin memastikan generasi calon dokter memiliki sensitivitas tinggi terhadap isu-isu gizi masyarakat,” ujar Dr. Devi.
Dukungan penuh disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran UWKS, Dr. Harry K. Gondo, Sp.OG (K.Fm)., SH., M.Hum, yang juga memberikan sambutan resmi. Ia menegaskan pentingnya integrasi ilmu gizi sebagai landasan kuat dalam pendidikan kedokteran.
“Ilmu gizi adalah bagian penting dalam pelayanan kesehatan modern. Dokter yang memahami gizi akan mampu memberikan intervensi yang lebih komprehensif dan berdampak,” ungkap Dr. Harry.
Acara ini berlangsung dinamis dengan dipandu oleh Dr. Ayu Cahyani, M.KKK sebagai moderator. Sesi pemaparan materi menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya.
Dr. dr. Sukma Sahadewa, M.Kes menyampaikan materi mengenai konsep gizi komunitas , peran nutrisi dalam kesehatan masyarakat, serta tantangan gizi di populasi dengan kerentanan tinggi. Pemaparan dilanjutkan oleh Dr. Fara Disa Durry, M.Kes., M.Biomed., M.MB, yang menekankan pentingnya implementasi ilmu gizi pada komunitas, strategi edukasi berbasis masyarakat, dan peran tenaga kesehatan dalam mengatasi rendahnya literasi gizi.
Suasana acara semakin hidup melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu MC Khabbibul Khanif, S.Pd, yang menjaga interaksi tetap aktif dan konstruktif sepanjang kegiatan. Peserta mendapatkan berbagai benefit seperti buku Ilmu Gizi, materi kuliah, sertifikat, konsumsi, hingga doorprize, yang menjadi nilai tambah bagi pengalaman belajar mahasiswa.
Menutup kegiatan, Dr. Devi menyampaikan harapan agar acara ini menjadi pemantik bagi mahasiswa untuk terus belajar dan mengembangkan diri di bidang gizi komunitas.
“Together we grow — bersama kita tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.7899
