
KARANGANYAR – Kabar duka menyelimuti keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto. Istri tercinta, Rugaiya Usman Wiranto, berpulang pada Minggu, 16 November 2025, setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kepergian beliau terjadi tak lama setelah perayaan ulang tahun emas pernikahan mereka.
Dalam penghormatan terakhir di rumah duka di Bambu Apus, Jakarta Timur, Wiranto mengungkapkan kesedihannya. “Kami baru saja merayakan 50 tahun pernikahan. Tentu kami ingin beliau kembali pulih,” ujarnya di hadapan para pelayat yang hadir.
Matan Menhankam itu juga menyampaikan harapan yang besar untuk terus mendampingi Rugaiya hingga usia senja dan menyaksikan tumbuh kembang cucu-cucu mereka. Namun, takdir berkata lain, dan Rugaiya menghembuskan napas terakhir pada Minggu sore.
Jenazah Ny Rugaiya disemayamkan di Jakarta sebelum kemudian dibawa ke Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah, untuk dimakamkan di makam keluarga, Astana Wukir Sirna Raga.
Sejumlah tokoh pemerintahan dan purnawirawan TNI turut hadir melayat, memberikan dukungan kepada keluarga yang berduka. Suasana khidmat terasa saat salat jenazah digelar setibanya peti jenazah.
Mantan Panglima ABRI itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan doa. “Kami memohon doa agar almarhumah diberi kelapangan jalan, diterangi peristirahatannya, dan diampuni segala kekhilafannya,” tuturnya.
Camat Karanganyar, Sutarmo, mengonfirmasi bahwa persiapan pemakaman telah dilakukan sejak Minggu malam. Pengelola makam, Suhud Purwadi, menambahkan bahwa warga sekitar juga turut membantu membersihkan area makam.
Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Senin pagi, tanpa upacara militer, sebagai penghormatan terakhir kepada almarhumah.
Kepergian Rugaiya Usman Wiranto meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.*Imam Kusnin Ahmad*
