Agama Leluhur Kita Bukanlah Sosok

By Dr.Ir. HADI PRAJOKO SH, MH Ketua PP HPK.

 

Yang dikultuskan oleh ajaran leluhur Kita bukan sosok, bukan orang, bukan benda benda yang keramat, dan bukan Para raja ( penguasa) apalagi kitab SUCI, tetapi yg dikultuskan adalah
1.ajaran ajaran kaweruh luhur tentang kebaikan ( kebajikan ), tata Krama, trap sila, Budi pekerti dan panduan prilaku Ketauladanan moralitas.

2. Nilai nilai Luhur Kemanusiaan
3. Tuhan Yang Maha Esa , pencipta alam semesta

Dari sanalah pentingnya Nalar kesadaran spiritualitas jiwa’, tidak terkooptasi DOKMA DOKTRIN yg membunuh akal Waras manusia.

Oleh karenanya menjaga akal waras dan tidak terjerumus dalam kultus dan doktrin serta dokma serta halusinasi yang dapat menghancurkan kemampuan untuk berfikir kritis dan rasional antara lain:
1. Pentingnya refres akal’ sehat, untuk itu sangat diperlukan menjaga akal sehat dan tidak TERJEBAK dalam kultus dan dokma yg menghancurkan kemampuan berfikir sehat dan rasional.
2. Bahaya kultus-isasi dan doktrin, akibat dokma dan doktrin membawa kita menjadi halusinasi dapat membunuh kemampuan berfikir kritis dan kreatif tanpa di-imbangi dengan ilmu pengetahuan dan pemahaman yang baik.
3. Pentingnya refreshing untuk bisa berfikir kritis dan rasional, maka diperlukan terus menerus meng- evaluasi informasi sehingga dapat membuat keputusan yang benar dan bijaksana, dg tetap obyektif menjaga akal sehat dan menjaga ketajaman mata Bhatin.
4. Dari sisi eksistensialisme sebagai perspektif pentingnya memahami makna dan tujuan hidup dgn cara yg lebih autentik dan mendalam tentang kebaikan, nilai luhur positif,tata Krama dan ketauladanan moralitas yang akan menuntun manusia memahami makna hidup yang lebih dalam.
5. Secara filosofis, pentingnya menekankan konsep kebaikan, keadilan, kemanusiaan dan kebahagiaan serta memperbarui sikap peri kemanusiaan dg cara Yg lebih menjaga akal sehat, rasionalitas dan kritis memahami warisan budaya ajaran leluhur sendiri, untuk membantu konsep kebaikan manusia dgn lebih baik.
6. Sedangkan literasi cultural diperlukan memahami nilai-nilai tradisi luhur , adat istiadat, norma norma kesusilaan , kesopanan serta ketauladanan moralitas yang bisa membantu nilai positif cultur ketauladanan masyarakat yg lebih baik.
7. Dalam perspektif sciencifik penting untuk lebih memperdalam warisan budaya ajaran luhur dg membuang sugesti, kultus-isasi yg membuat manusia halusinasi dgn menekankan metode ilmiah, analitis kritis untuk dapat memahami nilai-nilai luhur yang lebih akurat dan komprehensif, sehingga mempunyai obyektivitas mendalam dan lebih kontekstual Yg lebih baik, bijaksana dan bertanggung jawab.
Demikian itulah mengapa ajaran warisan budaya luhur bangsa harus dipertahankan dengan sungguh-sungguh karena akan menjadi panduan bagi manusia, semoga kita selalu menstigmasi kebaikan sebagai dasar kebahagiaan.

Rahayu sekaring Bawana langgeng.