Dua Mahasiswa Fakultas Pertanian Rusak Citra Unej Karena Huhungan Sex 5 Kali di Gedung UKM

Jember-menaramadinah.com – Universitas Jember  kini tercoreng nama baiknya. Karena ada   dua mahasiswa Fakultas Pertanian Unej berinisial MB dan ARS berhubungan Sex di Gedung UKM.

Keduanya seringkali  hubungan Sex  sebanyak 5 kali. Hanya saja nasibnya apel ke gerebeg SATPAM  di Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ir Soekarno Unej.

Pada Senin (22/9/2025) menyebutkan bahwa keduanya awalnya beralasan masuk ke ruangan UKM untuk mengerjakan tugas. Namun, ada kecurigaan dari pihak Satpam  muncul karena pintu ruangan terkunci rapat lebih lama dari biasanya.

Kemudian pihak Satpam Unej melakukan aksi penggerebegan dan membuka pintu dengan paksa. Berhasil membuka pintu Gedung UKM Unej.

Dua mahasiswa pria dan wanita itu tanda pikir panjang  diamankan oleh SATPAM. Dari interogasi, mahasiswa tersebut mengakui telah melakukan perbuatan hubungan Sex  di Gedung UKM  hingga lima kali dihari yang tidak sama.

Dibuktikan lagi oleh SATPAM dengan ditemukan  barang bukti berupa kondom bekas dan tisu basah.

Kejadian hubungan Sex sebanyak 5 kali itu dibenarkan pihak Humas Unej. Saat ini masih diperiksa oleh Dekanat Faperta Universitas Jember.

Kini 2 mahasiswa yang dimabuk cinta nafsu setan dimintai keterangan. Karena bikin nama baik Unej  hancur hancurkan. Akibat hubungan Sex pada malam hari.

“Seharusnya hubungan Sex di hotel saja. Lebih aman. Mungkin tidak punya uang. Bikin malu. Bisa bisa Unej jadi perguruan tinggi mesum. Pecat saja,”ujar Khoirul Alumni Unej.

Menurut Wakil Ketua Tim Kerja Hubungan Masyarakat Unej, Iim Fahmi Ilman, memang benar ada kejadian asusila tersebut Mas. Oleh karena itu kami sangat menyesalkan kejadian ini.

“Semoga ini bisa menjadi pembelajaran bagi keluarga besar UNEJ khususnya mahasiswa, dan tidak terulang di kemudian hari. Saat ini keduanya tengah diperiksa oleh tim etik di tingkat fakultas yang akan memutuskan sanksi apa yang akan diberikan, trimss,”jelasnya.

“Hasil investigasi akan menentukan sanksi yang akan dijatuhkan kepada kedua mahasiswa tersebut. Masih diperiksa oleh Dekanat Faperta untuk kemudian direkomendasikan sanksinya,”tambahnya.

Husnu Mufid