
Oleh : Sabriene Khaylilla Abdillah dkk
Kami bersama 5 aggota mahasiswi FTK UINSA :
Sabriena Khaylilla Abdillah (06010925013)
Nurur Roudhotun Nabila Firdausi (06010925010)
Farah Yusrania Salsabila (06010925002)
Jihan Fachiroh (06010925006)
Feni Julianti (06030925089)
Zulfatun Nur Hasanah (06010925016)
Mendapat tugas “Resensi Buku” buku ini diambil dari buku Cerdas Membaca Realitas (Paduan Menemukan Titik Terang Disetiap Problem Pendidikan) Karya KH. Agoes Ali Masyhuri
Penerbit: PT. QAF Media Kreativa
Halaman: 319 Halaman
Tahun terbit: Mei 2017
Diajukan untuk memenuhi tugas resensi buku mata kuliah bahasa Indonesia oleh bapak Yahya Aziz S.Ag, M.Pd.I
buku Cerdas Membaca Realitas (Paduan Menemukan Titik Terang Disetiap Problem Pendidikan)
Kehidupan adalah ladang dan setiap aktivitas manusia. Segala aktivitas dalam hidup selalu berkait kepada Al-qur’an dan hadits. Juga harus diimbangi dengan integritas diri untuk kualitas hidup yang lebih baik. Integritas diri adalah hal yang bisa menjadi rujukan diri untuk menemukan makna kehidupan dan menjawab problematikanya. Buku dengan judul cerdas membaca realitas, paduan menemukan titik terang dalam setiap problem kehidupan yang diterbitkan oleh PT Aqsa media Yogyakarta 2017 adalah buku yang diterbitkan oleh PT. Qaf Media Krediva 2017 adalah buku yang memuat solusi problem hidup.
Penulis menulis cerdas membaca realitas berarti mampu memadu padankan akal dan hati untuk bertindak. akal dan hati harus beringin karena ada hal yang tidak dikuasai akal tapi dikuasai oleh hati artinya ketajaman akal harus di iring kecerdasan hati. Segala bentuk perubahan yang kita kehendaki harus dimulai dari merubah cara berpikir. Dimulai dengan mampu membagi waktu adalah wujud seorang muslim menghargai waktu untuk mengambil pelajaran dan memupuk syukur kepada Allah. Seperti di usahakan pada para ulul albab menggunakan waktu untuk melihat keadaan sekitar dan memanfaatkan waktu untuk menjadi bekal hidup untuk kemaslahatan umat.
K. Agoes Ali Masyhuri juga menuliskan dalam buku tersebut, salah satu giat menemukan titik terang adalah menjadi muslim yang kreatif dan dinamis, artinya melakukan giat positif untuk mengembangkan potensi diri dan berwawasan maju ke depan ke arah yang lebih baik. Muslim harus upgrade diri dengan kesibukan yang bermanfaat. Seperti dikatakan Iman Syafi’i, “jika tidak menyibukkan diri dengan kebenaran, maka Anda akan di sibukkan dengan kebatilan.” Penulis juga menulis don’t be angry, jangan menjadi muslim yang pemarah. Karena marah karena kebatilan itu adalah perbuatan yang buruk. Setiap individu harus mampu mengontrol diri karena marah akan berdampak pada kehancuran. “jika perbuatan baikmu membuatmu bahagia, dan perbuatan burukmu membuatmu sedih berarti engkau seorang mukmin.”
- Dalam satu sisi buku dengan tebal 319 halaman ini juga menjelaskan panduan menemukan titik terang dalam kehidupan pada sisi ubudiyah. Seperti tentang penting mendekatkan diri kepada Allah, bertobat, istiqomah dalam ketaatan, meiliki akhlak mulia, dan qanaah dalam hidup.
Buku ini disajikan dalam bahasa yang sederhana dan mudah di pahami. Juga menyisipkan ayat-ayat al-qur’an dalam menuliskan paduan kiat menemukan titik terang dalam kehidupan, pada tiap bab selalu muncul poin penting untuk merujuk pada pendapat tokoh Islam. sehingga sangat cocok dibaca untuk semua kalangan. Cover buku ini juga menarik dengan sampul board book tahan air dan tidak mudah rusak. Buku ini juga terdapat. Kekurangan yaitu pembahasan yang bertele-tele, ada pembahasan yang sama tapi dibahas topik yang berbeda. Pembaca menyarankan hendaknya untuk satu pembahasan yang sama mestinya dijadikan satu bab runtut. Penulis juga perlu menyisipkan kiat-kiat yang lebih dinamis sesuai tantangan zaman dan lebih bisa menjadi solusi untuk permasalahan umat yang lebih kompleks.
Adapun dengan beberapa keterbatasan diatas, buku ini tetap layak untuk direkomendasikan kepada semua kalangan. Utamanya yang memiliki kedilemaan dalam menghadapi problematika hidup bahkan bisa menjadi terapi jiwa untuk mencapai kehidupan sukses dunia akhirat.
