
Nganjuk.menaramadinah.com.Sebagai implementasi pelaksanaan fasilitasi dan apresiasi untuk kelompok masyarakat penggerak literasi yang diberikan Badan Bahasa Kemendikdasmen RI,Komunitas Pegiat Literasi Literasi Nganjuk(Kopling) menggelar Festival Literasi Anjuk Ladang 2025 yang dibuka di Cafe Arni,(21/9).
Suasana pembukaan Festival Literasi Anjuk Ladang 2025 berlangsung meriah dengan pembacaan puisi dari Faradilla Al-Mahirannisa,M.Iqbal Maulana,dan Shabrina Althafunnisa dari Rumah Ilalang binaan Kang Rego.
Kehadiran Dr.Puji Retno Hardiningtyas,M.Hum selaku Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur menjadi hal yang dinanti panitia dan peserta acara pembukaan festival.
Sekitar jam 10.00 WIB,Dr.Puji Retno Hardiningtyas secara resmi membuka Festival Literasi Anjuk Ladang 2025 dan memberi penekanan tentang kolaborasi dan peran pemerintah dalam mendukung komunitas literasi.BBP Jatim siap memfasilitasi dan mendukung keberlanjutan gerakan literasi di daerah.
Lokakarya penguatan komunitas dengan narasumber Amin Mulyanto dari Tim Kerja Literasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur menjadi acara pamungkas dalam pembukaan Festival Literasi Anjuk Ladang yang dikemas secara interaktif.Dalam uraiannya,Amin Mulyanto mengapresiasi positif peningkatan indeks literasi di Kabupaten Nganjuk,dari kategori rendah ke kategori madya,buah kerja keras para pegiat literasi.
Ketua Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk ( Kopling) menyatakan bahwa Festival Literasi Anjuk Ladang 2025 masih akan berlanjut di Oktober dengan kegiatan Lomba Baca Puisi(SD/MI),Lomba Cipta Puisi(SMP/MTS),Lomba Menulis Cerpen, Pelatihan Menulis Buku,dan Anugerah Tokoh Penggerak Literasi
“Festival Literasi Anjuk Ladang 2025 adalah sebuah gerakan.Upaya nyata Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk(Kopling) untuk meninggikan martabat bahasa,memperkaya khazanah sastra ,dan membangun generasi cerdas dan berbudaya melalui literasi di tanah Anjuk Ladang,”pungkas Heru Mahadewa yang nama dan karyanya telah resmi terdaftar di Hak Atas Kekayaan Intelektual(HAKI).
Info foto: Amin Mulyanto dari Tim Kerja Literasi Balai Bahasa Provinsi Jatim saat menjadi narasumber penguatan komunitas.
Foto dan berita: Bro-J
