
Semarang-menaramadinah.com
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, FBS Unnes Sri Nuryati, berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 10 bulan dengan publikasi artikel jurnal sebagai tugas akhir. Penelitian Sri Nuryati berfokus pada leksikon Tari Prajuritan, tarian khas Kabupaten Semarang yang memiliki nilai budaya mendalam. Gadis cantik dari Suruh Kabupaten Semarang ini menunjukan ketekunannya dalam proses menyelesaikan tugas akhir. Penelitian dilakukan selama kurang lebih enam bulan. Namun, sebelumnya pra penelitian telah diawali ketika mengikuti mata kuliah etnolinguistik dengan Nur Fateah sebagai dosen pengampun sekaligus menjadi dosen pembimbing tugas akhir.
*Penelitian tentang Tari Prajuritan*
Menurut Sri Nuryati, penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya popularitas Tari Prajuritan, meskipun tarian ini menyimpan banyak nilai budaya penting.
Selanjutnya, Sri Nuryati menjelaskan tujuan dsri penelitian ini adalah sebagai berikut.
– *Menganalisis bentuk satuan lingual* dalam Tari Prajuritan
– *Mengungkap makna leksikal dan makna budaya* yang terkandung di dalamnya
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui wawancara, rekaman, dan catatan lapangan dengan informan yang terdiri dari:
– *Instruktur tari*
– *Pimpinan kelompok*
– *Penari*
– *Penabuh gamelan*
Berdasarkan proses penelitian dari mulai pra penelitian, proses, hingga pasca penelitian, ditemukan beberapa hasil penelitian yang menarik.
Peneliti menemukan 61 satuan lingual yang dikelompokkan dalam enam kategori utama, yaitu:
– *Paraga (tokoh tari)*
– *Busana (pakaian)*
– *Ubarampe (perlengkapan)*
– *Iringan musik*
– *Gerak tari*
– *Gelar (formasi penari)*
Setiap satuan lingual memiliki arti dasar dan nilai budaya, seperti:
– *Kepemimpinan*
– *Kebersamaan*
– *Keberanian*
– *Kesopanan*
– *Pengendalian diri*
– *Harmoni*
*Makna Tari Prajuritan*
Menurut Nur Fateah, dosen pembimbing, Tari Prajuritan bukan hanya pertunjukan seni, melainkan media pelestarian nilai budaya Jawa yang penting diwariskan kepada generasi muda. Penelitian ini menunjukkan bahwa Tari Prajuritan memiliki nilai budaya yang mendalam dan perlu dilestarikan. Artikel lengkap penelitian ini dapat diunduh pada laman jurnal edulite dengan klik Taufan berikut ini.
https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/edulite/article/view/45355/13574
Nur Fateah
Dosen PBSJ FBS Unnes
