
Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Ada ayat yang memuji umat zaman sekarang ini yaitu Surat Ali Imran ayat 110:
“كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ”
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”
Baik-baiknya umat kondisional, yakni apabila beriman kepada Allah SWT dan mau menjalankan perintahNya dengan amar ma’ruf nahi munkar (menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran).
Apabila kita tela’ah kata “baik” di ayat tersebut sudah barang tentu menurut Allah SWT. Penentuan baik tersebut terletak pada kata-kata kondisionalnya, yakni apabila mau ber-amar ma’ruf dan nahi mungkar. Jadi jelas bisa berstatus baik apabila mau bertindak sebagai pelaku amar ma’ruf dan nahi mungkar tersebut.
Penting kita fahami bahwa pelaku amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah menjadi posisi terbaik. Hal ini sangat masuk akal sebab perihal yang dilakukan adalah bertujuan sangat besar yakni mensejahtreakan dan menyelamatkan kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Sehingga sangat wajar apabila orang yang berpredikat baik ini mendapat derajat yang baik pula. Contoh para nabi, rasul, auliya’, ulama’, kyai2 dll, meskipun sudah wafat makamnya masih juga diziarohi banyak orang.
Kemudian sangat wajar kita ingin mencontoh, meskipun tidak akan bisa persis sama setidaknya mengikuti bentuk perjuangannya. Perlu diketahui bahwa pengemban amanah amar ma’ruf dan nahi mungkar atau syiar islam setidaknya ada empat kelompok besar. Hal ini meliputi; pelaksana, pengelola, perencana, dan pecinta/penggembira syiar islam.
Pelaksana syiar islam yakni semua orang yang merasa bertugas melaksanakan syiar Islam. Kelompok ini yang mudah diidentifikasi adalah seperti khotib, penceramah, pendidik, pengajar, guru, dosen, penyanyi, pemain drama dll. Mereka melaksanakan tugas dari kelompok kedua yakni sang pengelola. Pengelola paket syiar Islam adalah sekelompok orang atau personal yang mengurus dan mengelola jalannya syiar Islam. Kelompok ini seperti: ta’mir masjid, pengurus pondok pesantren, pengurus yayasan pendidikan, dll. Kelompok ketiga adalah perencana syiar Islam. Kelompok ini adalah paling besar perannya yakni mendisain dan menentukan perencanaan program serta melakukan evaluasi berikut menentukan rencana aksi.
Dalam organisasi profesional idealnya pengelola dan perencana orangnya berbeda. Tetapi di kita kedua kelompok tersebut orangnya ya itu-itu juga, juga merangkap pelaksana misalkan menjadi khotib dll. Kelompok ke-empat adalah pecinta atau penggembira syiar Islam. InsyaAllah semua umat Islam setidaknya ada pada kelompok empat ini. Misalkan kita ingin ikut bergabung dalam kelompok dua tidak harus pintar agama. Bidang-bidang yang diperlukan adalah hampir semua bidang, yang penting niat ikhlas ingin bergabung.
Dengan demikian mari kita semua ikut bergabung dalam kelompok yang tersedia. InsyaAllah kita akan bisa masuk dalam kategori kelompok umat yang terbaik, semoga demikian adanya aamiin.
Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲
Surabaya, 24 Robiul Awal 1447
atau
16 September 2025
m.mustain
