
Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS.
Terinspirasi dari hadits ini,
“مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ”
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tetangganya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini jelas memerintahkan kepada kita sebagai mukmin untuk memulyakan tetangga. Hal ini memberikan konsekwensi kepada tetangga kita untuk memiliki hak atas kewajiban kita. Artikel ini menjelaskan tentang memulyakan itu bagaimana.
Ada kemungkinan tiga bentuk kekerabatan terhadap tetangga kita, yakni sebagai tetangga, sebagai saudara se-agama, dan sebagai keluarga (ikatan famili). Meskipun masing-masing dari tiga tingkatan berbeda RASA, tetapi kontek ini memulyakan adalah untuk semua yang menjadi tetangga.
[10/9, 3.47 AM] Meta AI: Memuliakan tetangga dalam Islam mencakup beberapa aspek, antara lain:
1. *Berbuat baik*: Memberikan bantuan, dukungan, dan perhatian kepada tetangga.
2. *Menghormati*: Menghormati privasi, hak, dan kebutuhan tetangga.
3. *Memberi hadiah*: Memberikan hadiah atau makanan kepada tetangga sebagai tanda kasih sayang dan persaudaraan.
4. *Mengunjungi*: Mengunjungi tetangga yang sakit atau memiliki kebutuhan khusus.
5. *Menghindari gangguan*: Menghindari perilaku yang dapat mengganggu atau menyakiti tetangga.
Dalam hadits yang sudah disebut, Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya memuliakan tetangga dan berbuat baik kepada mereka. Beberapa contoh perilaku memuliakan tetangga antara lain:
– Memberikan makanan atau minuman kepada tetangga yang membutuhkan
– Membantu tetangga dalam pekerjaan atau kebutuhan sehari-hari
– Mengunjungi tetangga yang sakit atau memiliki kebutuhan khusus
– Menghormati privasi dan hak tetangga
Dengan memuliakan tetangga, kita dapat membangun hubungan yang harmonis dan saling mendukung dalam masyarakat.
Selain sumber hadits riwayat Bukhari dan Muslim tersebut, juga ada hadits lain yakni riwayat Muslim saja dan Bukhari saja yakni berupa:
مَا زَالَ يُوصِينِي جِبْرِيلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
“Jibril senantiasa berpesan kepadaku untuk memperhatikan tetangga, sampai-sampai aku menyangka bahwa Jibril (akan menyampaikan wahyu) bahwa tetangga akan mendapatkan warisan.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari sendiri (no. 6014) dan Imam Muslim sendiri (no. 2624). Ini menunjukkan betapa pentingnya berbuat baik kepada tetangga dalam ajaran Islam.
Point besar artikel ini adalah betapa pentingnya untuk dimengerti bagaimana kita harus berinteraksi dengan tetangga. Masing-masing kita berkewajiban menghormati tetangga apapun latar belakangnya; agama, suku, ras, atau keluarga. Juga sekaligus mendapatkan hak dihormati atas kewajiban tetangga menghormati kita. Sehingga betapa indah damai sejahtera kehidupan kita dalam sebuah komunitas atau kampung. Satu kampung terhadap kampung tetangga, terus komunitas membesar sampai satu negara dengan negara tetangga. InsyaAllah dengan konsep saling menghormati dan dihormati ini akan juga bisa terwujud perdamaian dunia, semoga bisa demikian aamiin.
Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲
Surabaya, 17 Robiul Awal 1447
atau
10 September 2025
m.mustain
