Dua Mahasiswa FK UWKS Tembus Ajang Nasional, Dekan Siapkan Beasiswa Prestasi

Surabaya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS). Dua mahasiswa, Muhammad Abdul Malik dan Aprilius Falerio Kristijanto yang akrab disapa Johanes, berhasil menembus ajang ilmiah bergengsi tingkat nasional. Keduanya membawa topik penelitian yang sangat relevan dengan masalah kesehatan masyarakat, khususnya terkait dampak rokok terhadap sistem pernapasan dan kardiovaskular.

Muhammad Abdul Malik, mahasiswa angkatan 2024 dengan NPM 24700009, dipercaya sebagai e-poster presentant dalam Semarang Cardiology Update (SCU) 2025. Ia mengangkat karya ilmiah berjudul “The Relationship Between Smoking Behaviour and Anxiety Levels in Male Adults in Indonesia: Implications for Cardiovascular Risk”. Penelitian tersebut membahas keterkaitan perilaku merokok dengan tingkat kecemasan pada pria dewasa serta implikasinya terhadap risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Sementara itu, Johanes atau Aprilius Falerio Kristijanto, mahasiswa angkatan 2022 dengan NPM 22700114, berhasil menembus final IRIFair yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Johanes mengusung karya tulis berjudul “Protective Role of Peperomia Pellucida Extract Against Secondhand Smoke-Induced Pulmonary Fibrosis in Rats”. Risetnya menyoroti potensi tanaman lokal Peperomia pellucida sebagai agen pelindung terhadap kerusakan paru akibat paparan asap rokok pasif.

Dua topik tersebut memperlihatkan keberanian mahasiswa FK UWKS dalam melakukan riset dengan isu yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia. Rokok, baik aktif maupun pasif, telah lama diidentifikasi sebagai faktor risiko utama berbagai penyakit degeneratif, mulai dari kanker, penyakit jantung, hingga gangguan paru kronis. Kehadiran penelitian mahasiswa muda ini diharapkan memberi perspektif baru sekaligus mendorong kesadaran publik tentang pentingnya gaya hidup sehat.

Dekan Fakultas Kedokteran UWKS memberikan apresiasi tinggi atas capaian dua mahasiswanya tersebut. Menurutnya, keikutsertaan Malik dan Johanes di ajang nasional bukan hanya membawa nama baik individu, melainkan juga memperkuat reputasi Fakultas Kedokteran UWKS di tingkat nasional.

“Kami bangga karena mahasiswa kami berani tampil dan menghasilkan karya penelitian yang punya nilai ilmiah sekaligus kemanfaatan bagi masyarakat luas. Partisipasi di ajang nasional seperti SCU dan IRIFair BRIN menunjukkan kualitas serta daya saing mahasiswa FK UWKS,” ujar Dekan.

Lebih jauh, Dekan menegaskan bahwa fakultas telah menyiapkan penghargaan khusus bagi mahasiswa yang mampu menorehkan prestasi di level nasional. “Apabila mahasiswa meraih juara atau penghargaan dalam kompetisi nasional, mereka berhak mendapatkan beasiswa prestasi sesuai ketentuan SK Rektor. Hal ini adalah bentuk dukungan kami agar mahasiswa terus termotivasi berprestasi dan menghasilkan riset yang bermanfaat,” imbuhnya.

Selain penghargaan berupa beasiswa prestasi, fakultas juga menegaskan komitmennya untuk mendampingi mahasiswa yang sedang mengembangkan riset. Mulai dari fasilitasi laboratorium, dukungan publikasi, hingga jaringan kolaborasi dengan institusi lain akan terus diperluas. Prestasi Malik dan Johanes disebut bukan hanya milik pribadi keduanya, tetapi juga kebanggaan seluruh civitas akademika FK UWKS.

Menurut Dekan, penelitian mahasiswa tidak boleh berhenti pada lomba semata. Perlu ada tindak lanjut berupa publikasi di jurnal ilmiah, pengembangan paten, atau bahkan aplikasi langsung dalam praktik kedokteran. Dengan begitu, nilai manfaat riset benar-benar dapat dirasakan masyarakat luas.

Kehadiran mahasiswa UWKS di panggung nasional diharapkan menjadi pemantik semangat generasi muda, khususnya mahasiswa baru. Bahwa sejak awal perkuliahan, mereka sudah bisa diarahkan untuk aktif dalam penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan diri melalui kompetisi ilmiah. Malik menuturkan, keterlibatannya dalam SCU 2025 adalah pengalaman berharga yang memperluas wawasan sekaligus jejaring akademik. “Saya ingin riset ini menjadi kontribusi nyata dalam kampanye gaya hidup sehat bebas rokok,” ujarnya.

Johanes juga menyampaikan hal serupa. Ia berharap temuannya mengenai potensi Peperomia pellucida bisa menjadi awal pengembangan fitofarmaka berbasis bahan alam Indonesia. “Kalau tanaman lokal kita bisa dikembangkan menjadi obat, ini akan sangat membantu masyarakat sekaligus mendukung kemandirian bangsa dalam bidang kesehatan,” ungkapnya.

Fakultas Kedokteran UWKS menegaskan komitmennya untuk terus mendukung mahasiswa yang ingin berkembang di bidang akademik, penelitian, maupun organisasi. Program beasiswa prestasi yang diatur dalam SK Rektor menjadi salah satu wujud nyata perhatian kampus terhadap pencapaian mahasiswanya.

“Prestasi mahasiswa adalah wajah fakultas. Semakin banyak mahasiswa berprestasi, semakin kuat pula citra UWKS sebagai kampus yang unggul dan berdaya saing,” tutup Dekan FK UWKS Dr. dr. Harry Gondo, Sp.OG (K.Fm).

Senada dengan itu, Wakil Dekan Bidang III FK UWKS, Dr. Sukma, juga menyampaikan dukungan doa dan harapan agar Malik dan Johanes dapat meraih hasil terbaik. “Kami mendoakan yang terbaik untuk keduanya. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani bermimpi, bekerja keras, dan membuktikan kemampuan di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Dengan prestasi Malik dan Johanes, FK UWKS berharap semakin banyak mahasiswa yang berani melangkah, berinovasi, dan menorehkan prestasi. Tidak hanya untuk kebanggaan pribadi, melainkan juga demi mengharumkan nama almamater dan memberi kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat Indonesia.(SDS)