
BLITAR – Masyarakat Blitar Raya selalu menggelar Malam Tirakatan. Ternasuk di lingkungan sekitar tempat tinggal Warga Blitar Raya yang selalu menggelar acara ini setiap tahun pada malam hari menjelang upara bendera 17 Agustus.
Seperti yang dilakukan masyarakat desa Bakung Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar, khususnya warga RT 003 RW 002 Dusun Tapan Desa Bakung dan lainnya.
Acara di yang digelar RT 003 dan RW 001 bertempat di Gang H. Umar Sumarni di Jl. Raya Tunjung Desa Bakung Udanawu. Gang H Umar Sumarni diambil dari nama seorang tokoh pejuang kemerdekaan 1945 dari Devisi Condro Mowo Lasykar Hisbullih. Ketika masih hidup beliau menerima jasa gerilya dan jadi anggota Veteran.
Acara tirakatan dimulai setelah Isyak atau pukul 19.00. Sebelum dimulai acara panitia mendengarkan lagu lagu bernuansa perjuangan 1945. Mulai lagu 17 Agustus,Maju Tak Gentar dan Halo-Halo Bandung.
Masuk pukul 19.00 Wib acara dimulai dengan acara pembuka baca Fatihah lalu dilanjut dengan uraian hikmah Kemerdekan 17 Agustus 1945 yang disampaikan Ustadz Imam Makrus.
Acara yang dikuti ratusan warga itu dilanjut acara inti membaca tahlil dan doa bersama. Tahlil di pimpin KH M.Muhaiman Basrowi dan Doa oleh H. Abdul Malik salah seorang Imam Masjid di lingkungan RT dan RW setempat.
Usai acara doa dan tahlil untuk para pejuang dan pahlawan kemerdekaan. Acara diteruskan gunduri atau makan bersama.
Beberapa masakan berupa ambeng dan ratusan kotak nasi, buah buahan dan kue-kue serta minuman hasil sumbangan sukarela para warga yang hadir.
Suana kebersamaan sangat terasa, penuh kaakraban dan kebersamaan istilah Jawa Gayeng.Semua menikmatinya. Semua makanan yang masih sisa langsung di berkat ( dibontot ) dibawa pulang untuk dimakan bersama keluarga dirumah.
Kiai Imam Makrus Ketua RW dan tokoh desa setempat mengatakan acara malam tirakatan merupakan acara tahunan yang di gelar setiap tahun pada malam tanggal 16 Agustus.
Dengan tujuan untuk meningkat syukur pada Allah SWT atas nikmat kemerdekaan yang hingga sekarang bisa dinikmati generasi sekarang.
Selain itu
juga dalam rangka mengingat kembali jasa pahlawan atas perjuangan dan pengorbanan mereka.
Mempererat persaudaraan. Melalui kebersamaan warga dalam acara tirakatan.
Menanamkan nilai nasionalisme. Terutama kepada generasi muda, agar tidak melupakan sejarah bangsanya.
Memahami apa itu malam tirakatan 17 Agustus membuat semua orang lebih menghargai arti kemerdekaan. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan rasa syukur adalah kekuatan yang membuat bangsa Indonesia bertahan dan berkembang. *Imam Kusnin Ahmad*
