
Oleh : Natasya Nur Fanita Mahasiswi PIAUD FTK UINSA.
Surabaya – Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 1 mahasiswa Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya telah resmi dilaksanakan di RA Masjid Al Akbar Surabaya. Kegiatan ini berlangsung selama dua pekan, mulai Senin hingga Jumat, dengan total 11 kali pertemuan. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa melakukan observasi, studi dokumen, serta analisis berbagai data yang disediakan oleh pihak sekolah.
RA Masjid Al Akbar Surabaya dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang memiliki visi mulia: “Generasi Islam yang beriman, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, sekolah merumuskan misi yang sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila, yakni:
1. Menyelenggarakan pendidikan yang bermartabat dan profesional dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang islami.
2. Menanamkan nilai-nilai syariat, akidah, dan akhlak sesuai dengan taraf perkembangan anak.
3. Mewujudkan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh komponen pendidikan.
4. Menanamkan nilai-nilai kesehatan dan pentingnya menjaga kebugaran.
5. Membangun jaringan kerja sama dengan lembaga-lembaga lain baik formal maupun nonformal untuk mengembangkan SDM yang berkualitas.
Implementasi visi dan misi ini terlihat jelas dalam rutinitas harian siswa. Setiap pagi, suasana halaman sekolah dipenuhi riuh suara anak-anak yang berbaris rapi sambil melantunkan asmaul husna. Senyum para ustadzah menyambut mereka satu per satu, menciptakan rasa aman dan nyaman. Setelah itu, anak-anak diarahkan mengaji menggunakan metode Tilawati. Meski usia mereka masih dini, semangat untuk membaca Al-Qur’an terpancar dari wajah mereka.
Sebelum masuk kelas, siswa mengikuti kegiatan pemanasan dan senam singkat. Iringan musik ceria membuat mereka tertawa sambil bergerak lincah. Bagi mahasiswa PIAUD UINSA yang hadir, momen ini menjadi pelajaran bahwa pendidikan anak usia dini bukan hanya tentang materi pelajaran, tetapi juga tentang membangun kesehatan jasmani dan rohani secara seimbang.
Di dalam kelas, pembelajaran berlangsung penuh warna. Guru mengajak anak-anak menyanyi, bercerita, dan membuat kerajinan tangan sederhana. Mahasiswa PLP 1 melihat bagaimana seorang guru bisa mengatur kelas yang isinya anak-anak aktif, tapi tetap kondusif. Ternyata kuncinya ada di komunikasi yang hangat tapi tegas.
Mahasiswa juga melihat bagaimana guru menjalankan perannya secara profesional. Kedisiplinan waktu menjadi contoh nyata—guru hadir sebelum jam masuk, mempersiapkan media pembelajaran, dan memastikan kelas rapi sebelum anak-anak datang. Pelajaran yang mahasiswa dapatkan yaitu kedisiplinan guru berpengaruh langsung pada semangat belajar anak. Kalau gurunya semangat, anak-anak ikut semangat.
Selain pembelajaran di kelas, mahasiswa mendapatkan wawasan tentang pentingnya kerapian administrasi. Kepala sekolah menekankan bahwa laporan dan lampiran harus disusun sesuai format, berjilid, dan menggunakan map rapi. Hal tersebut memang seringkali dianggap sepele oleh mahasiswa, ternyata hal tersebut adalah bagian dari etika kerja yang menunjukkan profesionalisme.
Kepala RA Masjid Al Akbar, Ustadzah Endah, memberikan pesan yang membekas: “Seorang pendidik harus tetap tenang dan tersenyum dalam situasi apapun, baik ketika menghadapi anak di kelas maupun saat berinteraksi dengan wali murid.” Ia juga menegaskan bahwa kerapian bukan hanya soal pakaian, tetapi juga tentang dokumen dan lingkungan kerja yang tertata.
Pengalaman PLP 1 ini menjadi momen refleksi bagi mahasiswa PIAUD UINSA. Mereka belajar bahwa menjadi kepala sekolah menuntut keberanian dalam mengambil keputusan tanpa diatur pihak luar. Menjadi guru membutuhkan ketepatan waktu, kemampuan membangun suasana positif, serta kesadaran untuk selalu menata penampilan dan dokumen kerja.
Dengan segudang pelajaran yang mereka bawa pulang, mahasiswa PIAUD UINSA berharap dapat mengimplementasikan pengalaman ini di masa depan. Mereka yakin, menjadi pendidik profesional bukanlah tujuan akhir, melainkan proses panjang yang harus terus dijalani dengan kesungguhan.
PLP 1 di RA Masjid Al Akbar Surabaya bukan sekadar agenda akademik, tetapi sebuah perjalanan belajar yang mengajarkan arti dedikasi, disiplin, dan ketulusan hati dalam mendidik generasi. Dari halaman sekolah yang dipenuhi tawa anak-anak hingga meja kerja yang rapi dengan dokumen tertata, setiap sudutnya menyampaikan pesan bahwa pendidikan adalah gabungan antara ilmu, sikap, dan keteladanan. Dengan bekal pengalaman ini, mahasiswa PIAUD UINSA melangkah pulang bukan hanya membawa catatan observasi, tetapi juga komitmen untuk kelak menjadi pendidik yang menginspirasi, menebarkan manfaat, dan menapaki jalan kebaikan yang diridhai Allah.
