
Madiun.menaramadinah.com.Di wilayah Desa Nglambangan,Kecamatan Wungu,Kabupaten Madiun terdapat sebuah situs budaya yang telah diakui oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur,yaitu Situs Lambang Kuning atau Punden Nglambangan.Konon,tempat bernuansa mistis dan historis tersebut berkaitan dengan kisah pelarian seorang putri dari Kerajaan Kahuripan Kediri.
Samiyono selaku juru pelihara Punden Nglambangan menceritakan bahwa putri Lambang Kuning dikejar-kejar Nyai Calon Arang untuk dijadikan tumbal.Sosok penyihir itu dikenal berperangai jahat karena ia suka menebar wabah penyakit di sekitar wilayah Kahuripan.Rupanya,Nyai Calon Arang mempunyai kitab sakti sebagai sumber kekuatan sihirnya.Sepak terjang Nyai Calon Arang dapat ditaklukkan oleh tokoh spiritual Mpu Bharada dengan berbekal sebuah keris ampuh dan ilmu metafisika.”Maka,putri Lambang Kuning pergi meninggalkan Kahuripan beserta para pengawal setianya untuk mencari selamat,”ujar pria paruh baya yang telah menjadi juru pelihara sejak 2003.
Kala itu,wilayah Nglambangan masih berupa hutan belantara.Sang Putri Lambang Kuning melakukan babat alas dibantu para pengawalnya.”Bisa dikatakan Putri Lambang Kuning adalah perintis desa atau danyang desa,”tambah Samiyono( 20/7/2025).
Suasana Situs Lambang Kuning tampak asri dan udaranya sejuk,dinaungi pohon kesambi dan sono yang berusia ratusan tahun.
Di dalam Situs Lambang tersimpan benda-benda cagar budaya seperti miniatur rumah,batu kemuncak,umpak persegi,tempat menyimpan pusaka,batu tungul,batu lingga,dan yoni.Bagian penting lain di Punden Nglambangan adalah adanya makam Putri Lambang Kuning, sebuah tempat ibadah berupa pura yang dibangun oleh orang Bali,dan sebuah pendopo untuk berbagai kegiatan.
Situs yang dilengkapi pintu gerbang bermotif paduraksa itu tidak pernah sepi dari pengunjung.Di Jum’at legi pada bulan Suro,pengunjung Situs Lambang Kuning bertambah sangat banyak.Karena adanya ritual bersih desa atau nyadran yang diisi dengan berbagai acara.Ada kirab tumpeng dan hasil bumi,slametan kirim do’a ,dan pertunjukkan kesenian.
Seorang warga menuturkan bahwa di zaman penjajahan Belanda,Punden Lambang Kuning dijadikan persembunyian penduduk bila ada serdadu Belanda datang.
Naskah:Bro-J
Juru foto:Arya
