*Tumpukan Debu Menjadi Gunung*

 

Catatan : Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Bagi pecinta ibadah sudah barang tentu perhatian bagaimana selalu berpacu dalam peningkatan ibadah baik secara kualitas maupun kuantitas akan selalu terpikirkan. Perihal sekecil apapun terperhatikan baik dalam hal perintah maupun larangan. Gunung yang besar dan menjulang tinggi tidak harus terbangun dengan bongkahan-bongkahan besar, namun bisa juga tersusun dari kerikil kecil bahkan debupun bisa.

Deposit pahala di surga tidak hanya bisa dibangun dari amalan-amalan besar, namun juga bisa dibangun dari ketekunan atau kekonsistensian atau keistiqomahan amalan-amalan kecil. Begitu juga kebalikannya, dosa besar tidak hanya akibat dari perbuatan mo-limo tetapi juga bisa dari perlakuan dosa kecil yang tidak pernah mau berhenti dan tobat. Artikel ini akan mengajak kita untuk lebih rajin mengendapkan deposit di surga melalui peningkatan kebaikan mumpung masih punya kesempatan ini. Juga mengajak kita untuk mengurangi kotoran-kotoran yang mungkin akan nempel dan rajin membersihkan yang sudah terlanjur mengotori hati dan jiwa ini.

Setiap titik dalam alam atau dimensi ruang ini adalah aset kita. Demikian juga setiap satuan waktu sekecil apapun yang ada dalam alam atau dimensi waktu juga aset kepemilikan kita yang luar biasa besar nilainya, bahkan tidak bisa ternilai saking besarnya. Dalam alam waktu, kita tidak bisa tidak yakni harus mengikuti dalam kecepatan yang tetap (realistik) tidak bisa dipercepat atau diperlambat. Hal ini berarti kita tidak bisa menunda penuaan apalagi menunda kematian.

Secara umum, semua entitas yang ada dan ciptaan Allah SWT ini adalah aset kita. Suatu saat akan bermanfaat pada kita di masa mendatang, kita belum/tidak tahu. Sehingga kita tidak baik menyangka buruk kepada apa dan siapapun, terlebih lagi menjadikan ancaman atau musuh. Semua entitas atau sesuatu yang ada di alam ini bisa dan mungkin menjadi fasilitas bagi kita untuk menjadikan debu bahkan batu atau bongkahan yang akan mengendap menjadi deposit atau tabungan kepemilikan kita di akhirat. Hal ini didasari oleh QS Al-Kahfi-107:

“إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا”
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus sebagai tempat tinggal.”

Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang beriman dan melakukan amal-amal saleh akan mendapatkan balasan berupa surga Firdaus sebagai tempat tinggal yang indah dan kekal (Meta, 2025),

Pengertian luasnya ayat ini meyakinkan kita bahwa setiap amal sholeh sekecil apapun bisa memberikan hasil deposit di Surga. Dengan demikian mari kita semakin rajin membuat amal sholeh untuk mengisi variasi hidup kita di alam ruang ini, juga dalam kehidupan kita pada gabungan alam ruang dan alam waktu.

Semoga manfaat barokah dan selamat, aamiin.🤲🤲🤲

Surabaya, 22 Muharrom 1447 / 17 Juli 2025
m.mustain