Kunjungan Kehormatan PC ISNU Kabupaten Kediri di Galeri Lukisan Cekakik Indonesia

Kediri -Menaramadinah.com Sabtu Pahing, 16 November 2024 Galeri Lukisan Cekakik Indonesia yang beralamat di Dusun Sumbergayam Rt 49, Rw 11 Desa Kepung Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, disiang yang cerah ini mendapatkan kehormatan dikunjungi Pengurus Harian PC ISNU Kabupaten Kediri.

Ketua PC ISNU Kabupaten Kediri, Sholihuddin, didampingi
Mohammad Arif Dardiri, SPd, sekretaris PC ISNU Kabupaten Kediri dan Tri Sudharmono, ST, wakil ketua PC ISNU Kabupaten Kediri.

Mereka menikmati Lukisan Cekakik yang ditata apik di ruangan galeri sambil mendengarkan penjelasan dari Nur Habib, pelukis dan sekaligus pemilik galeri.

Berikut ini adalah pendapat Sang Ketua ISNU: Sholihuddin tentang Lukisan Cekakik, berkata: “Awalnya, saya diberitahu seorang, ada di daerah Kepung ada sebuah tempat bernama Galeri Lukisan Cekakik” mengawali pandangan nya.
Selanjutnya ia berkata lagi: “Karena rasa penasaran, Sabtu, 16/11/2024, saya dan beberapa teman mengunjungi tempat itu”.

“Kesan saya, luar biasa. Artinya, tidak banyak pelukis yang menekuni karya seni seperti ini”: jelas nya.

Menurutnya Lukisan Cekakik Kediri merupakan sebuah karya seni rupa yang sarat makna.

Sholihuddin dengan senyum manis dan suara lirih tapi jelas melanjutkan pandangan nya seraya berkata: “Saya melihat langsung, Lukisan Cekakik Kediri memanfaatkan teknik lukisan tradisional yang khas, baik dari segi warna, bentuk, maupun komposisi. Hal ini menjadikannya sebagai representasi seni lokal yang kuat dan berakar pada budaya setempat, dan potensi sebagai sarana dakwah”.

Dalam konteks seni lukis, Sholihuddin mengatakan bahwa karya ini bisa dianggap sebagai perpaduan antara estetika visual dan pesan moral yang mendalam. Berikut adalah beberapa pendapat tentang lukisan ini baik dari segi karya seni maupun fungsinya sebagai media dakwah.

Sebagai sarana dakwah
dia meyakini, Lukisan Cekakik Kediri ini secara eksplisit sebagai media dakwah modern yang menggabungkan aspek tradisional dan kekinian.

Selanjutnya Ketua ISNU yang berbadan tinggi besar dan berkulit bersih serta sangat santun berkata: “Saya melihat langsung, jenis lukisannya menyampaikan pesan-pesan spiritual yang menggambarkan figur keagamaan. Seperti, lukisan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, KH Bisri Sansuri, salah satu pendiri NU, dan pahlawan nasional, dan masih banyak figur atau tokoh agama yang ada dalam galeri ini”.

Intinya, Lukisan Cekakik Kediri dapat menjadi medium untuk menyampaikan nilai-nilai keagamaan, seperti kebaikan, keadilan, atau kesederhanaan, melalui simbol dan metafora visual. Pesan lukisan ini secara halus tanpa menggurui, dan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan aspek keagamaan dengan masyarakat modern.

Dari sisi ide kreatif, Sholihuddin menjelaskan bahwa Lukisan Cekakik yang berbahan ampas kopi ini, menurutnya, harus diapresiasi sebagai bentuk karya lukis langka. Sehingga wajar mendapat simpati, perhatian dari berbagai kalangan. Misalnya, Menara Madinah Award yang berpusat di Wonocolo Surabaya pimpinannya Drs. Husnul Mufid, M.Pd.I, memberikan perhargaan sebagai: ‘Maestro Lukis Cekakik’ dan masuk dalam buku “Para Grand Master”.

Selain itu dia (Sholihuddin) berkata: “Saya mengenal Kiai Nur Habib ini dikenalkan seorang teman. Setelah saya beberapa kali berdiskusi dengan beliau, saya melihat beliau sangat sederhana dalam berpenampilan. Mungkin karena beliau seniman, jadi kesederhanan menjadi gaya hidupnya. Meski sederhana, tapi sebagai pemilik Galeri Lukisan Cekakik, Kiai Nur Habib ini, menurut saya, mempunyai kreatifitas seni tinggi. Tidak banyak orang atau seniman mampu merawat budaya seni dalam hidupnya”.

Pada akhir kunjungan nya yang singkat namun cukup menyenangkan berkata: “Di samping itu, saya juga melihat, kayaknya beliau ingin memadukan budaya Jawa dan agama menjadi satu. Saya pernah ditunjukkan sebuah bangunan berupa Taman Pendidikan Anak atau TPA beberapa meter dari rumah beliau. “Mas, saya tunjukkan, inilah TPA yang sekarang saya bangun. Cobi lihat tulisannya. Saya lihat rangkaian huruf Jawa beradu dengan Arab dan Indonesia. Bagi saya, ini luar biasa kreatifnya”.

Inilah harapannya, terhadap keberadaan Lukisan Cekakik maupun Galeri Lukisan Cekakik Indonesia, agar masyarakat dapat terinspirasi dengan karya lukis Nur Habib. Warga masyarakat Kediri seharusnya ikut mempromosikan salah satu ikon seni lukis ini.

Sambil berpamitan Sholihuddin berkata: “Kirang lebihnya, nyuwun pangapunten Yi. Mugi panjenengan selalu pinaringan sehat panjang umur dan terus menginspirasi yang muda-muda”.

Semoga kunjungan ke Galeri Lukisan Cekakik Indonesia ini sami-sami membawa berkah, ISNU Kabupaten Kediri maju terus.
Nur Habib, mengabarkan.