
Pasuruan – Menara Madinah.com : Ketua Pertuni (Persatuan Tuna Netra) Kabupaten Pasuruan Deny Heriawan mengeluh kepada Gus Mujib yang mantan Wakil Bupati Pasuruan. Pasalnya, usai Gus Mujib pensiun dari Wakil Bupati Pasuruan para tuna netra di Kabupaten Pasuruan tidak ada lagi yang memperhatikan.
“Ibarat anak kehilangan induknya. Pemkab Pasuruan tidak peduli dengan para tuna netra. Pada saat minta bantuan dengan mengajukan proposal jawaban menyakitkan Dinsos menyakitkan,” ujarnya Deny saat melakukan pertemuan rutin Pertuni Kabupaten Pasuruan di sekolah luar biasa Kota Pasuruan di Jl Erlangga Sabtu (12/10/2024).Dikatakan lagi oleh Deny dihadapan para tuna netra yang hadir dalam pertemuan rutinan 3 bulan sekali itu. Saat menyodorkan proposal permohonan bantuan jawaban dari pejabat Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan yang kantornya di Jl Dr Wahidin Kota Pasuruan, dananya sudah tidak ada. “Bapak jangan lagi datang kesini. Karena yang minta bantuan banyak. Bukan hanya bapak. Dan saya menyampaikan akan menyerahkan proposal. Jawabannya dari pejabat Dinsos tersebut. Bilang begini. Proposalnya sampean bawa saja pak. Kalau taruh disini kuatir jadi bungkus kacang,” ujar Deny sambil menirukan ucapan pejabat Dinkos Kabupaten Pasuruan.
Bahkan dirinya, sambung Deny, juga berkirim surat kepada PJ Bupati Andriyanto yang disampaikan ke bagian umum untuk beraudensi. “Kita kirim surat sampai lima kali untuk beraudensi dengan PJ Bupati Pak Andriyanto tidak ada kepedulian.
Dan kita juga berkirim surat lagi meminta PJ Bupati agar membuka acara Pertuni. Sekali lagi nggak ada respon,” tambahnya.
Melihat keluh kesah begitu Gus Mujib berjanji akan mempedulikan keinginan Pertuni. “Kita akan bantu kebutuhannnya misalnya kalau ada kegiatan kita bantu.
Bahkan saya akan mengajak perusahaan agar peduli kaum disalibiltas. Agar mempekerjakan mereka. Kalau belum punya keahlian. Perusahaan agar melatih terlebih dahulu melatih. Perlunya program vokasi. Dan per bulannya juga akan saya beri 1 juta,” katanya.
Orang disabilitas satu sisi punya kekurangan, lanjut Gus Mujib, dalam sisi lain punya kelebihan. Mereka tajam dalam ingatan. Sehingga banyak yang hafal Qur’an. Sehingga Allah mengganggab orang disabilitas itu orang yang dipilih oleh Allah. “Mungkin didunia punya kekurangan, tapi kelak mereka adalah ahli surga,” ungkapnya lagi.(aza)
