
Surabaya-Wali Kota, Eri Cahyadi, merespons Paguyupan Jukir Surabaya (PJS) yang mengancam tidak menyetor retribusi parkir jika masih ada penangkapan dan tindak pidana ringan (Tipiring).
Eri mengatakan, juru parkir (jukir) yang menolak memberikan retribusi ke Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya bisa diganti. Menurutnya, banyak orang yang bersedia bekerja.
“Kalau tidak ikut, maka silakan tidak menjadi jukir. Kami akan mengganti jukir lainnya, karena di Surabaya banyak yang ingin menggantikan,” kata Eri di Balai Kota, Kamis (5/2/2026).
Eri menyebut, tepian jalan umum merupakan tanah milik seluruh warga Surabaya. Oleh karena itu, semua pihak seharusnya menaati aturan yang diberlakukan.
Meski demikian, Eri berharap, orang yang mengancam tidak membayar retribusi tersebut tetap menjadi jukir. Dengan catatan, tetap menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).
“Ini tanah negara, ini adalah milik rakyat Surabaya, kalau enggak mau ya sudah saya ganti sama yang lain. Tapi aku berharap mereka tetap, karena mereka adalah orang Surabaya,” ucapnya.
“Tapi kalau enggak mau (bayar retribusi) ya enggak apa, saya ganti dengan jukir yang baru, yang hari ini bisa menciptakan suasana di Surabaya yang lebih baik lagi,” tambahnya. MM
