
Banyuwangi-menaramadinah.com, Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi di penghujung tahun 2022menyelenggarakan pameran seni rupa bertajuk “Cemeng Putih” yang diadakan di Gedung Djuang 45.
Pembukaan pameran seni rupa “Cemeng Putih” dan silaturahmi Budaya Antar Perupa Banyuwangi di gedung Juang ’45, Selasa 27 Desember 2022, dilakukan oleh Wakil Bupati Banyuwangi H. Sugirah, S.Pd. M.Si didampingi Forpimda Kab. Banyuwangi
Kegiatan ini dihadiri oleh Forpimda Kabupaten Banyuwangi, kepala SKPD terkait dan seniman budayawan , temen – temen perupa se Kabupaten Banyuwangi.
Wabup Sugirah sangat mengapresiasi acara ini karena bentuk silaturahmi dan menunjukkan kreatifitas dari temen – temen seni rupa Banyuwangi. Semoga kegiatan ini berdampak pada ekonomi untuk masyarakat Banyuwangi.
Seni dan budaya merupakan ujung tombak sebuah kemajuan, tuturnya
Terimakasih kepada temen- temen seniman seni rupa Kabupaten Banyuwangi yang telah menunjukkan eksistensinya untuk sebuah kemajuan dan menandai perkembangan , tambah Sugirah
”Acara ini juga fokus ke kaum milenial. Mereka perlu banyak mendapat tempat. Pelajar dan mahasiswa juga terlibat dalam kepanitiaan. Hebatnya, sehari sebelum pelaksanaan undangan baru kami sebar,” tutur Kanjeng Ilham Triadinagoro , ketua panitia.
Menurut Ilham, Acara yang mengundang 135 perupa Banyuwangi tersebut, berlangsung mulai tanggal 27 sampai 31 Desember.Selain menampilkan pameran dari ratusan perupayang ada di Bumi Blambangan. Event yang berlangsung selama lima hari tersebut juga akan diisi dengan beberapa acara lain seperti diskusi sastra, diskusi potensi pengembangan naskah kuno, selapanan sastra, melukis on the spot cagar budaya inggrisan, dan temu gesah silaturahmi merajut harmoni seniman perupa Banyuwangi.
Ilham menambahkan,
Kegiatan ini murni swadaya perupa Banyuwangi, persiapan pameran seni rupa yang dilakukan oleh DKB tergolong sangat singkat. Berangkat dari partisipasi masyarakat dan kerja sama dengan berbagai komunitas seni yang ada di Banyuwangi. Termasuk partisipasi dari pelukis internasional S. Yadi K. menyumbang sebuah lukisan Gandrung. Demi sukesnya pameran, Yadi menyumbangkan sebuah lukisan gandrung kepada panitia dan lukisan tersebut langsung laku saat pembukaan dibeli Direktur JaRaBa Samsudin Adlawi.
Seluruh uang hasil penjualan lukisan gandrung itu diberikan kepada panitia pameran seni rupa Cemeng Putih.
Guru SMPN 2 Rogojampi itu menambahkan, tema yang telah disepakati tersebut mewakili pemikiran dan pandangan Dewan Kesenian Blambangan (DKB). Pameran karya seni tidak hanya mencakup lukisan. ”Sementara pameran seni rupa bisa merambah pada karya seni lain. Ada patung, seni instalasi, keris, dan performance art,” kata Ilham.
Sementara Hasan Basri Ketua Dewan Kesenian Blambangan ( DKB ) mengungkapkan, acara tersebut diadakan di penghujung tahun 2022 sebagai ajang silaturahim bagi para seniman perupa yang ada di Banyuwangi. ”Harapannya bisa menatap tahun baru 2023 dengan gairah kreativitas yang terus berkembang,” ujarnya.
Hasan menambahkan, ruh dari pameran seni rupa Cemeng Putih adalah merayakan kegembiraan dan berekspresi dengan riang gembira selama pameran berlangsung. ”Cemeng Putih boleh ditafsir secara liar.
Mungkin kami tidak lagi terlalu mempersoalkan kualitas karya seni yang ditampilkan. Semuanya menjadi indah dalam kegembiraan,” pungkas Hasan (*Rishje)
