
Kota Cirebon – Dalam mengembangkan dakwah Islam, Sunan Gunung Jati menerapkan metode akulturasi budaya, penuh toleransi, damai dan tanpa peperangan. Sang Wali pun merangkai kalimat dalam nasihat dakwah, nasihat itupun mampu menjangkau luas bangunan peradaban generasi setelahnya. Adapun nasihat itu, di antaranya ketika masyarakat silau dengan budaya asing yang mengubah citra dan naluri kemanusiaan, Sunan Gunung Jati berpesan hormaten, emanen, mulyaken ing pusaka (hormat, sayangi, dan muliakan pusaka) oleh karena itu tema syukuran nadran tahun ini memakai nasihat tersebut dengan alasan kita untuk terus melestarikan apa yang di wariskan dari leluhur kita. Ungkap Misli, salah satu panitia acara.
Acara syukuran nadran kali ini diisi dengan pembacaan Maulid Nabi dan Ceramah yang disampaikan oleh Kang Tono dari Cikeduk Kabupaten Cirebon, dalam kesempatan ceramah nya beliau berpesan acara Nadran menjadi bagian penting bagi masyarakat kita. Sebab, para pewaris tradisi ini menjadikan Nadran sebagai momentum untuk menghormati para leluhur dan ungkapan syukur kepada Sang Pencipta, Ungkapnya. (hsn)
