Korelasi Manajemen, Cinta dan Spiritual

 

*_Oleh : Gus Muh. Basis (GMB) alias Drs. H. Muh. Basis, MBA, M.Ri._*

*CP : 0838 4040 7500 / 0857 8600 2445.*

*MOHON DIBACA HINGGA SELESAI AGAR TERCAPAI PEMAHAMAN UTUH NGGIH ?. JIKA BERKENAN, MOHON TULISAN SANGAT SINGKAT INI DITERUSKAN KE YANG LAIN-LAIN. MATURNUWUN…*

*_BAGIAN PENDAHULUAN SINGKAT_*
Manajemen sangat berkait dengan *cinta atau mahabbah.* Manajemen dan cinta (mahabbah) sangat berkait dengan *spiritual atau spiritualitas atau spirituality.* Kunci *maju, hebat, sukses atau berkahnya suatu sistem manajemen* (yayasan, lembaga, perguruan tinggi, sekolah, perusahaan, atau organisasi atau hubungan kolegial & personal apapun, atau apapun jenis perkumpulannya), adalah *_jika seluruh insan / individu di sistem manajemen tersebut SUBUR MENUMBUHKAN DAN MEMELIHARA SEBAIK-BAIKNYA “CINTA / MAHABBAH PLUS SPIRITUAL ATAU SPIRITUALITAS DIRI”._* Bahwa cinta / mahabbah adalah merupakan *“puncak spiritual”.*

Apa itu cinta atau mahabbah ?. Sesungguhnya dua kata tersebut bisa disebut sama. *Cinta atau hubb atau mahabbah merujuk pada makna cinta.* Jika ada sekian juta atau milyar manusia mengartikan cinta (mahabbah), maka bisa sebanyak itu pula pengertian cinta (mahabbah).

Cinta atau mahabbah hanyalah suatu kata. Kata sangat kalah oleh *“rasa”.* “Rasa” kalah oleh *“suksma”.* “Suksma” kalah oleh *“ruh(ani)”. Dan, “ruh(ani)”* dijamin 100 % amat sangat kalah oleh *“Sang Maha Nalar Cinta”, yakni Allah Sang Maha Pecinta.* Sebab, cinta (mahabbah) tercipta oleh *“Ke-Maha-Cinta-an Allah”.* Cinta / mahabbah-Nya atas apa-apa yang diciptakan-Nya untuk seluruh yang diciptakan-Nya tersebut.

Sistem manajemen apapun dan di manapun, *jika tanpa ditumbuhkannya cinta / mahabbah, maka dalam manajemen tersebut akan sangat rentan & mudah tersulutnya antara lain : •Para individu di manajemen tsb pada SUKA MERAH (Suka Melupakan Sejarah), dgn tidak hargai plus melupakan pendiri/pembina lembaga/yayasan/dll. Mereka bagai kacang lupa kulitnya, atau menggigit jari pada yang menyuapi mereka. •Situasi saling su-udzon, saling iri / dengki / hasud, saling tidak percaya, saling sikut-sikutan, saling cuek, saling mendiamkan, saling menggunjing, saling mudah marah, saling sensitif, saling mudah menuduh, saling cari muka (carmuk), saling jatuh-menjatuhkan & sejenisnya.*

Tanpa cinta / mahabbah di suatu manajemen, ibarat pot yang tak pernah disiram berbulan-bulan. *Syetan-syetan berpesta pora di lahan manajemen yang kering cinta / mahabbah & spiritual !!!.*

Di atas, dikatakan jika cinta / mahabbah adalah *“puncak spiritual”.* Apa itu spiritual ?. Secara terminologis, spiritual atau spiritualitas berasal dari kata *“spirit”.* Dalam literatur agama dan spiritualitas, istilah spirit memiliki dua makna substansial, yaitu: • Karakter dan inti dari jiwa-jiwa manusia, yang masing-masing saling berkaitan, serta pengalaman dari keterkaitan jiwa-jiwa tersebut yang merupakan dasar utama dari keyakinan spiritual. • Spirit, yang merupakan bagian terdalam dari jiwa, dan sebagai alat komunikasi atau sarana yang memungkinkan manusia untuk berhubungan dengan Allah. Spirit mengacu pada konsep bahwa semua spirit yang saling berkaitan merupakan bagian dari sebuah kesatua (consciousness and intellect) yang lebih besar.

Tulisan sangat singkat ini kacamata pembidiknya tidak melulu dari kacamata keilmuan Islam, tapi sengaja penulis ramu juga dari sebagian percikan-percikan hasil pemikiran para filosof, pemikir atau teolog yang nonmuslim. Semata-mata, agar tulisan ini pas dan nyaman dibaca / dicerna, plus agar tulisan ini lebih “sedap” dinikmati. Dalil-dalil dari Al Qur’an atau hadits sengaja tidak penulis tampil-tampilkan, karena *penulis ingat ucapan Gus Dur : “Orang yang suka banget ndalil-ndalil, tanda jika dia tidak mampu menyederhanakan ajaran agama yang dia jelas-jelaskan”.*

*_BAGIAN SATU (MANAJEMEN)_*
Bahwa dalam manajemen, pastilah melibatkan manusia. Manusia yang memiliki akal, budi, rasa, jiwa, ruh, dll. Si manusia yang bermanajemen tersebut, yang *diwajibkan menumbuhkan cinta / mahabbah (dan spiritual) dalam bermanajemen.*

Kata manajemen bersumber dari bahasa Inggris yakni *”manage”* yang memiliki arti *mengatur, merencanakan, mengelola, mengusahakan dan memimpin.*

Manajemen merupakan suatu seni dalam proses dan ilmu pengorganisasian. Dengan begitu, bahwa manajemen adalah sebuah seni untuk mengatur sesuatu, baik orang maupun pekerjaan.

Bahwa sesungguhnya, manajemen memiliki *subjek dan objek.* Subjek merupakan orang yang mengatur, sedangkan objek adalah yang diatur. Adapun orang yang mengatur, merumuskan dan melaksanakan berbagai tindakan manajemen disebut manajer. Ketahuilah, bahwa suatu organisasi yang sedang berkembang pasti membutuhkan manajemen dalam beberapa hal, seperti manajemen strategi, manajemen sumber daya manusia, manajemen produksi, manajemen pemasaran dan manajemen-manajemen lainnya.

Dengan demikian, secara spesifik pengertian manajemen adalah *ilmu seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.*

Pakar manajemen *Prof. Lawrence A.Appley* mengemukakan bahwa manajemen adalah sebuah keahlian yang dimiliki seseorang atau organisasi untuk menggerakkan orang lain agar mau melakukan sesuatu.

Menurut *Prof. George Robert Terry,* manajemen adalah sebuah proses yang khas yang terdiri dari beberapa tindakan, yakni perencanaan, pengorganinasian, menggerakkan, dan pengawasan. Semua itu dilakukan untuk menentukan dan mencapai target atau sasaran yang ingin dicapai dengan memanfaatkan semua sumber daya, termasuk sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.

Menurut *Prof. Oey Liang Lee,* manajemen adalah seni dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengendalian terhadap sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Dan menurut *Prof. Ricky W. Griffin,* pengertian manajemen adalah sebuah proses perencanaan, proses organisasi, proses kordinasi, dan proses kontrol terhadap sumber daya untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.

*_BAGIAN DUA (CINTA ATAU MAHABBAH)_*
Mahabbah (bahasa Arab), bahasa Indonesia-nya kita mudah-artikan saja, yaitu bermakna “cinta”, berasal dari kata *ahabba, yuhibbu, mahabbatan.* Secara harfiahnya berarti *mencintai secara mendalam.*

Dalam *Kitab Mu’jam Al-Falsafi, Syech Jamil Shaliba* berkata bahwa *cinta / mahabbah adalah lawan kata dari al-baghd, yakni mahabbah atau cinta yang merupakan lawan kata dari benci.*

Mahabbah dapat pula berarti *al wadud yakni yang sangat penuh kasih atau penyayang.*

Secara terminologis, sebagaimana dikatakan *Al-Ghazali, mahabbah atau cinta adalah suatu kecenderungan terhadap sesuatu yang memberikan manfaat.* Apabila kecenderungan itu mendalam dan menguat, maka ia dinamakan *rindu.* Sedangkan sebaliknya, benci adalah kecenderungan untuk menghindari sesuatu yang menyakiti. Apabila kecenderungan untuk menghindari itu mendalam dan menguat, maka ia dinamakan *dendam.*

Mahabbah (dalam konsep keilmuan tasawuf) berarti *suatu usaha sungguh-sungguh dari seseorang untuk mencapai tingkat ruhaniah tertinggi dengan tercapainya gambaran yang mutlak, yaitu cinta kepada Allah.*

Pengertian *mahabbah dari segi tasawwuf* ini lebih lanjut dikemukakan *Imam Al Qusyairi, yakni mahabbah (cinta) adalah merupakan hal (keadaan) jiwa yang mulia yang bentuknya adalah disaksikannya (kemutlakkan) Allah oleh hamba, selanjutnya yang dicintainya itu juga menyatakan cinta kepada yang dikasihi-Nya dan yang seorang hamba mencintai Allah.*

Menurut *Abu Yazid Al-Busthami* mengatakan bahwa cinta/mahabbah adalah *menganggap sedikit milikmu yang sedikit dan menganggap banyak milik Dzat yang kau cintai.*

Menurut *Sahl bin Abdullah Al-Tustari* menyatakan bahwa mahabbah alias cinta adalah *melakukan tindak-tanduk ketaatan dan menghindari tindak-tanduk kedurhakaan.*

Bagi *Al-Junaid,* cinta atau mahabbah adalah *kecenderungan hati. Artinya, kecenderungan hati seseorang kepada Allah dan segala milik-Nya tanpa rasa beban.*

Oleh eksistensi cinta (mahabbah), maka seseorang : *• Tidak mudah su-udzon (berprasangka buruk) pada yang di-cintai/mahabbah-i. • Tidak mudah marah, kasar, menghina, menghujat, mencerca, main kekerasan, tapi sukai guyub/bersatu/gotong royong dan sejenisnya. • Tidak main “hitung-hitungan” atau business oriented dalam tiap pemberian materi/uang & sejenisnya. • Bisa bersikap bijak, baik, legowo, penuh kasih, empatik, dll, pada yang di-mahabbah-i / dicintai, dll.*

Secara sederhana, praktis dan contoh, *berkat cinta Allah pada para makhluk-Nya,* maka Dia menciptakan alam semesta, bumi, tumbuhan, oksigen, air, buah-buahan dan ciptaan-ciptaan-Nya yang lain. Tanpa cinta-Nya, tak akan ada napas, mata, telinga, hidung, mulut, kaki, jantung, paru-paru, limpa, kemaluan, anus, lidah, tenggorokan, perut, jiwa, dan lain-lain di kita. Tanpa cinta-Nya tak akan ada perjodohan antar manusia (yang sebelumnya tak saling kenal) dan tak akan ada kemauan saling berbagi antar manusia, hewan, tumbuhan, dan lain-lain. Tanpa cinta-Nya, induk-induk binatang buas pasti akan memangsa anak-anak yang dilahirkannya. Dan tanpa cinta, antar manusia, hewan dan tumbuhan serta alam semesta akan saling bunuh-membunuh secara ganas menggila.

Dengan *cinta,* para ibu dan ayah rela tak tidur bermalam-malam karena menjaga bayi-bayinya saat malam-malam bangun menangis. Dengan cinta : suami, istri, anak-anak, para saudara, para tetangga dan antar sesama, saling “mengolah rasa”-nya untuk saling mengasihi, menyayangi, mengayomi, berbagi, dll. Oleh cinta, para orang tua malah tertawa-tawa senang saat dikencingi anak-anaknya saat bayi. Dengan cinta, para suami rela banting tulang dan kaki jadi kepala plus kepala jadi kaki, cari nafkah untuk keluarganya. Dengan cinta, seluruh warga NKRI bisa bersatu di bawah Pancasila & UUD 1945, dengan tanpa lakukan pembelahan-pembelahan melalui jargon-jargon sangat tak bermutu : kecebong / kodok / kampret / kadrun.

Menurut *Imam Al Ghazali,* tumbuh dan berkualitasnya suatu cinta adalah : *• Karena Proses Pengenalan (Makrifat) dan Pengetahuan (Idrak). • Karena Kesesuaian Tingkat Pengenalan dan Pengetahuan. • Karena Manusia Pasti Cintai Dirinya. •Karena Cinta Diri Sendiri, Kesempurnaan, dan Keberlangsungan Hidupnya. • Karena Cinta Pada Siapapun Yang Berbuat Baik. •Karena Cintai Siapapun Yang Berbuat Baik Meskipun Amat Sedikit Yang Dirasakan. •Karena Cinta Keindahan.*

*Beberapa Jenis Mahabbah*
Dalam Al Qur’an, mahabbah (cinta) memiliki pengertian2 sebagai berikut : *•Mahabbah Mawaddah (Cinta Menggebu) :* Ini adalah jenis cinta yang mengebu-gebu, membara dan“nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

*• Mahabbah Rahmah (Cinta Penuh Kasih dan Sayang) :* Cinta yang tulus dan murni.

*• Mahabbah Mail (Cinta Yang Terbagi) :* Cinta yang sering terjadi pada orang yang berpoligami.

*• Mahabbah Syaghaf (Cinta Sangat Mendalam) :* Cinta jenis ini, bisa sebabkan seperti orang gila, lupa diri. Contohnya : cinta Zulaikha, istri pembesar Mesir, kepada pembantunya, Yusuf.

*• Mahabbah Ra’fah (Cinta Yang Tak Tega) :* Cinta yang dalam hingga kalahkan norma2 kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega bangunkannya untuk shalat,atau membela siapapun meskipun salah.

*• Mahabbah Shobwah (Cinta Buta) :* Para teroris masuk dalam golongan pecinta buta, juga para pecinta dunia, kekayaan, pangkat, kedudukan & sejenisnya.

*• Mahabbah Syauq (Cinta Rindu Membara Tak Terkira) :* Cinta membara sangat ingin bertemu yang sangat dikasihinya (ingin bertemu Allah dan Nabi Muhammad adalah contoh cinta ini).

*• Mahabbah Kulfah (Cinta Yang Bijaksana) :* Perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal2 positif meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu , dll.

*_BAGIAN TIGA (SPIRITUAL)_*
Secara terminologis, spiritual atau spiritualitas berasal dari kata *“spirit”.*

Menurut kamus Webster, kata spirit berasal dari kata benda bahasa latin *”spiritus” yang berarti nafas (breath) dan kata kerja “spirare” yang berarti bernafas.*

Melihat asal katanya, untuk hidup adalah untuk bernafas, dan memiliki nafas artinya memiliki spirit.

Menjadi spiritual berarti mempunyai ikatan yang lebih kepada hal yang bersifat kerohanian atau kejiwaan dibandingkan hal yang bersifat fisik atau material.

Spiritualitas merupakan terjemahan dari kata *ruhaniyah.* Ruhaniyah itu sendiri secara kebahasaan berasal dari kata ruh. Al Qur‟an menginformasikan bahwa ruh manusia ditiupkan langsung oleh Allah setelah fisik terbentuk dalam rahim.

Menurut ahli spiritual Aman, spiritual dalam pengertian luas *merupakan hal yang berhubungan dengan spirit, sesuatu yang spiritual memiliki kebenaran yang abadi yang berhubungan dengan tujuan hidup manusia, sering dibandingkan dengan Sesuatu yang bersifat duniawi, dan sementara. Di dalamnya mungkin terdapat kepercayaan terhadap kekuatan supernatural seperti dalam agama, tetapi memiliki penekanan terhadap pengalaman pribadi.*

Spiritual dapat merupakan ekspresi dari kehidupan yang dipersepsikan lebih tinggi, lebih kompleks atau lebih terintegrasi dalam pandangan hidup seseorang, dan lebih dari pada hal yang bersifat inderawi. Salah satu aspek dari menjadi spiritual adalah memiliki arah tujuan, yang secara terus menerus meningkatkan kebijaksanaan dan kekuatan berkehendak dari seseorang, mencapai hubungan yang lebih dekat dengan Allah dan alam semesta dan menghilangkan ilusi dari gagasan salah yang berasal dari alat indera, perasaan dan pikiran.

*Kecerdasan spiritual (SQ)* adalah suatu kemampuan untuk hal memberi makna ibadah untuk setiap perilaku serta aktivitas, melalui cara serta langkah-langkah dengan pemikiran yang fitrah untuk menuju / menjadi satu manusia yang seutuhnya (hanif) dan mempunyai pola pikir Tauhid / monoteistik (integralis) dan mempunyai prinsip “hanya karena Allah”. Kecerdasan spiritual ini berada tentang terdalam dari diri, yang secara langsung terkait dengan berbagai kebijaksanaan dan kesadaran, yang akan melaluinya orang tidak hanya mengenali nilai-nilai yang kini ada, tetapi juga dengan secara kreatif menemukan nilai-nilai yang baru.

*Para Tokoh Hebat Dunia Amat Sangat Menghayati Spiritual*
Para *tokoh dunia (dan juga seluruh para wali Allah di muka bumi),* beliau2 adalah para *ahli manajemen yang pikiran dan jiwanya selalu dipenuhi cinta / mahabbah dan spiritual.*

Para tokoh hebat dunia yang sangat gandrung spiritual adalah antara lain :
*• Sang spiritualis dunia, Buddha,* berkata : Seperti sebuah lilin yang tidak terbakar tanpa api, manusia tidak dapat hidup tanpa kehidupan spiritual.

• Kata *Gus Dur alias KH. Abdurrahman Wahid :* Guru spiritual saya adalah realitas. Dan guru realitas saya adalah spiritualitas.

• Filsuf dunia, *Albert Camus* berkata : Salah satu jenis keangkuhan spiritual adalah saat orang berpikir bahwa mereka bisa bahagia tanpa uang.

•Filsuf dunia, *Immanuel Kant,* berkata : Jika kita dapat melihat diri kita sendiri, sebagaimana kita sebenarnya, kita harus melihat diri kita sendiri di dunia kodrat spiritual, komunitas kita yang tidak dimulai saat lahir dan tidak akan berakhir dengan kematian tubuh.

• Penyair kelas dunia, *Kahlil Gibran* berkata : Keindahan sejati terletak pada keserasian spiritual yang diberi nama cinta, yang dapat bersarang di antara lelaki dan seorang wanita.

• *Sathya Sai Baba Guru Spiritual Kelas Dunia dari India,* berkata : Manusia tersesat dan berjalan di sebuah hutan di mana nilai-nilai yang nyata semuanya tidak berarti. Nilai-nilai yang nyata berarti bagi manusia hanya jika mereka berjalan di jalan spiritual, sebuah jalan di mana perasaan negatif tidak berarti.

• *Ronald Reagan (Presiden Amerika, Aktor & Negarawan)* berkata : Waktunya telah tiba untuk berpaling kepada spiritual & Allah serta tegaskan kembali kepercayaan kita kepada-Nya untuk penyembuhan Amerika Serikat, yang butuhkan dan siap untuk pembaruan spiritual.

• *Calvin Coolidge (Presiden Amerika)* berkata : Kami tidak butuhkan banyak kekuatan intelektual, tapi kami butuhkan lebih banyak kekuatan spiritual. Kita tidak butuhkan lebih banyak hal yang terlihat, kita butuhkan lebih banyak hal yang tidak terlihat.

• Sang superstar dunia, *Michael Jackson,* berkata : Saya percaya bahwa semua seni memiliki tujuan akhir penyatuan antara materi dan spiritual, manusia dan Ilahi. Itulah alasan keberadaan seni.

• Filsuf dan penyair Amerika Serikat, *Prof. Ralph Waldo Emerson,* berkata : Orang-orang hebat adalah mereka yang melihat bahwa spiritual lebih kuat dari pada kekuatan material manapun.

*• Prof. Abraham H. Maslow* (Psikolog dari Amerika) berkata : Kehidupan spiritual adalah bagian dari hakikat manusia. Itu adalah karakteristik yang menentukan dari sifat manusia, tanpanya sifat manusia tidak sepenuhnya manusia.

• *Prof. Alexis Carrel* (Ahli Ilmu Anatomi dan Ahli Biologi Perancis) : Agama memberi manusia kekuatan batin, cahaya spiritual, dan kedamaian yang tak terlukiskan.

• *Prof. R. D. Laing* berkata : Kita adalah makhluk yang bingung dan gila, asing dengan diri kita yang sebenarnya, satu sama lain, dan bagi dunia spiritual dan material.

• *Prof. Denis Waitley* berkata : Kebahagiaan adalah pengalaman spiritual dari menikmati setiap detik kehidupan kita dengan penuh rasa cinta, rasa syukur dan terima kasih serta pengabdian kepada Allah yang menciptakan kita.

•Kata *Prof. Dan Brown :* Semakin banyak ilmu pengetahuan yang aku pelajari, semakin banyak aku lihat bahwa fisika menjadi metafisika dan bilangan menjadi bilangan imajiner. Kamu mulai mengatakan “oh”, ada pesan dan aspek spiritual dalam IPTEK. Albert Schweitzer (Filsuf, Dokter, Teolog, Pemusik dari Jerman, berkata : Semua yang terjadi dalam sejarah dunia bertumpu pada sesuatu yang spiritual. Jika spiritualnya kuat, itu menciptakan sejarah dunia. Jika lemah, ia menderita sejarah dunia.
Wallaahu A’lam.
————————————
*_Gus Muh. Basis (GMB) : •Putra ke-4 dari KH. Drs. Zamzam Sucipto, Brebes (Yang Masih Saudara Dekat Dengan KH. Dimyati Rois, KH. Tohari Rois, KH. Drs. Gholib Mawardi M.Si, Dr. H. Sudirman Said Menteri ESDM Era I Presiden Jokowi, Dll). • Alumni : Madrasah Diniyah, Brebes + MtsN Ketanggungan, Brebes + MAN I Yogyakarta + Fak. Sastra, Jur. Sastra Timteng UGM + S2 Manajemen SDM. •Hobi “Ngalong” di Pesantren2. •Pengisi Acara Spiritual di TRANSTV, TRANS7, LATIVI (Sekarang TVONE), ANTV, TPI (Sekarang MNCTV), RCTI, SCTV, JOGJATV, ADITV, Radio2, Koran2, Dll. • Trainer Nas. Ruqyah Massal Plus Terapi Ketuk Chi (Disingkat RUMPUT TEKI). • Ketua Umum Perguruan Beladiri Jujitsu POLDA Prov. DIY (2005 – 2010). •Ketua Umum Majelis Persaudaraan Pengobat Alternatif & Spiritulis Cinta Indonesia (MAPPATI SUCI) Pusat (ribuan terapis / spiritualis se-Indonesia). •Peruqyah Internasional. • Master Reiki & Terapi Ketuk Chi. • Pengijazah Berbagai Keilmuan Spiritual / Hikmah. •Konsultan Spiritual. •Direktur Program Pengembangan Karir Univ. Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon. •Pendiri SMK Kes. Cipta Bhakti Husada (CBH) & Lembaga Pend. Profesi Kes. (LP2K) CBH. • Penulis Buku, Pencipta Lagu, Pelatih Tari Sufi / Hadhrah, Dll)._*