Catatan Drs. Husnu Mufid, M.PdI Sejarawan Surabaya dan Pemred menaramadinah.com.

Ramai ramai membicarakan Ibukota Negara di Kaltim. Ada yang setuju dan tidak. Seperti apakah desain Ibukota Negara Baru bernama Nusantara.
Ditaksir Desain kawasan Istana Negara di ibu kota negara (IKN) baru Indonesia bakal menelan biaya Rp 2 triliun untuk pembangunannya. Memang sangat luar biasa biaya pembangunannya ditengah ekonomi Indonesia sedang terpuruk.
Desain perancang Istana Negara IKN berasal dari Bali yaitu I Nyoman Nuarta. Sebuah kebanggaan tersendiri. Karena pribumi sebagai konseptor dasainnya.

Ia menjelaskan berdasarkan hitung-hitungan kasar pembangunan kawasan istana Ibu Kota Negara membutuhkan biaya Rp 2 triliun yang harus dipersiapkan negara.
Namun Angka pastinya biaya tersrbut baru akan diketahui setelah dilakukan Detail Engineering Design (DED) dan yang akan melaksanakan DED adalah pemenang tender pembangunan IKN itu sendiri.
Nyoman menjelaskan perkiraan kebutuhan biaya Rp2 triliun untuk membangun Istana Negara di Nusantara, berpedoman pada biaya yang disiapkan untuk membangun hotel bintang 5 dengan luasan tertentu.
Dalam perkembangannya Kawasan Istana Negara berdiri di atas lahan seluas 55 hektare. Karena yanh semula hanya 32 hektare. Bahkan rencananya akan diperluas lagi menjadi 100 hektare. RDY
Memang pembangunan Istana Negara cukup dahsyat. Karena akan terukir dan tertulis dalam tinta Emas Sejarah peradaban bangsa Indonesia. Disaat pandemi Covid 19 belum berakhir dan ekonomi rakyat lagi turun atau ekonomi rakyat lagi melemah.
Selain itu, pembangunan ini akan tercatat Presiden Jokowi dalam sejarah pembangunan Istana Negara di Kaltim. Meneruskan ide Bung Karno soal pembangunan Istana Negara di Kaltim
Saat itu Bung Karno sudah membikin patok lokasi Istana Negara. Tapi tidak berlanjut. Karena keburu turun dari Jabatan Presiden RI setelah melalui Sidang Istimewa MPRS di Senayan Jakarta.
Selain itu, kondisi ekonomi rakyat Indonesia lagi terpuruk untuk makan saja kesulitan. Sehingga penguasa Orde Baru tidak melanjutkan pembangunan Istana Negara di Kaltim.
Kini ide pembangunan Istana Ibukota Baru sudah terlaksana di era Presiden Jokowi. Terlihat sangat bagus. Tinggal perluasan pembangunan sekitarnya.
Tinggal kepindahannya saja yang menjadi polemik antara ada yang setuju atau tidak. Ada yang menyatakan secepatnya pindah dari Jakarta ke Kaltim. Ada juga yang menolak. Karena bukan segampang pindah kos sebagaimana yang disampaikan MH Ainun Najib.
