Kediri-menaramadinah.com-Siang ini, cuaca mendung sejak pagi, namun Mas Nanang tetap melakukan aktifitas pagi dengan semangat.
Mas Nanang, nama lengkapnya Nanang Chairun Nazad, saat ini sudah berkeluarga dengan dua, cowok cewek, 9 dan 5 tahun, sedangkan istrinya namanya Zuhrotul Amami, saat ini sedang memulai sebuah usaha stand jamu.
“Sudah agak lama saya ingin berjualan jamu, ada peracik jamu Kandangan, yang legendaris Bapak Heru Santoso” ungkapnya .
Mas Nanang menceritakan bahwa Pak Heru sangat terkenal dengan racikan jamu beras kencurnya, beliau mulai berjualan jamu dari Kota Pare, baru kemudian menetap di Kandangan, sejak tahun tahun 80-an, dengan berjalan kaki.
Saat di Kandangan mecapai puncaknya di Kandangan sekitar tahun 2015, sampai meninggal pada tahun 2021.
Masyarakat Kandangan menggelari Pak Heru sebagai master jamu ‘deplokan’, yang sukses membesarkan kedua putranya menjadi sarjana.
“Alhamdulillah, saya beruntung ketemu beliaunya, karena berkesempatan di warisi ilmunya, walaupun belum sempat dipraktekkan, tetapi sudah mendapatkan sebuah resep dan diberi peralatan deplok jamu” terangnya.
Walaupun belum sempat praktek, karena Bapak Heru sudah meninggal dunia, sekitat 100 hari yang lalu.
“Semangat membuat dan menjual jamu tetap ada” lanjutnya.
Keinginan dan semangat Mas Nanang, membuat dan menjual jamu menemukan jalanya, setelah dengan Kang Haji Hudan Dardiri, distributor Jamu Angger Waras, bulan Agustus yang lalu.
“Sudah satu bulan ini saya membuka stand jamu ANGGER WARAS ini” kata Mas Nanang.
“Minum jamu, terbukti bisa menyehatkan diri kita, sekaligus melestarikan dan melanjutkan warisan agung Leluhur” pungkasnya.
Masyarakat Kandangan dan sekitarnya bisa mendapatkan jamu Angger Waras, di stand Mas Nanang setiap hari, mulai jam 16.00 sampai jam 21.00, dengan ancer-ancer dari Kantor Pos Kandangan (sebelah kanan kantor ada gang Jl. Toyo resmi) masuk sampai pos Kampling belok kiri, 15, kanan jalan, atau tanya Rumah Abah H. Umam.
Bisa juga kontak nomer 0857 3360 7046.
Semoga masyarakat banyak yang cocok dengan Jamu Angger Waras.
