
Kediri-menaramadinah.com-Alhamdulillah, pagi ini perjalanan kunjungan penulis kepada KPM PKH penuh kehangatan, mata hari cerah, wedang jae suguhan Mbak Endang Wahyuningsih, betul-betul masih hangat.
Demikian juga sambutannya kepada penulis yang sekaligus pendamping nya tak kalah hangatnya.
“Monggo pinarak Pak” Mbak Endang mempersilah penulis masuk ke ruang tamu, disertai senyum manisnya.
Mbak Endang menjadi anggota KPM PKH pada tahun 2016, sudah mengikuti kegiatan FDS secara lengkap.
Sudah 5 tahun ini beliau menjadi ketua kelompok, nama kelompoknya MELATI 9, Dsn. Kandangan Krajan, yang terkenalnya ‘Tambi’, Ds. Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.
Selama menjadi ketua kelompok Mbak Endang, kenyang pengalaman memimpin anggota, ada beberapa hal yang sangat berkesan menjadi Ketua Kelompok PKH, antara lain adalah; bisa bergaul dengan orang lain atau bisa membuka diri, menambah teman atau kerennya jaringan bertambah luas dan bertambah sahabat yang bisa menjadi saudara.
“Didalam kegiatan FDS sudah diajarkan mulai modul Pengasuhan dan Pendidikan, sampai modul Kesejahteraan Sosial” terangnya.
Pada saat modul pengasuhan dan pendidikan itu pendamping menerangkan, menjelaskan sekaligus mempraktekan hal-hal baik yang harus dibiasakan dalam keluarga.
“Menurut penjelasan Pendamping kami, Bapak Nur Habib, S.Pd. M.Pd.I, peranan besar para ibu dalam keluarga adalah penentu akhlak anak” terangnya.
Contoh nya adalah saat mengantar dan menyambut anak berangkat dan pulang sekolah. Pendamping mengajarkan bagaimana cara anak berjabatan tangan kepada orang tua dan gurunya, yaitu dengan mencium tangan bolak-balik orang tua ataupun gurunya. ” Cara cium tangan bolak-balik itu adalah TRADISI PONDOK PESANTREN” ungkap Mbak Endang dengan tersenyum manis.
Walaupun jabat tangan itu kelihatannya mudah dan gampang tetapi membiasakan diri kepada anggota itu dan tidak mudah, apa sebab, ibu lah yang harus memberi contoh terlebih dihadapan umum atau masyarakat luas perlu NYALI, karena hal ini yang tampak dan bisa disaksikan. “Saya sendiri apabila bertemu dan berjabatan tangan dengan pendamping, ya sama cium tangan bolak-balik, karena Bapak Nur Habib itu memang pendamping kami, tetapi lebih dari itu semua beliau adalah guru dan kiyai kami” jelasnya.
Diakhir penuturannya Mbak Endang mengatakan; “Kalaulah elok dikatakan PKH Ds. Kandangan itu berasa PESANTREN”.
Subhanallah, semoga dari anggota-anggota KPM PKH ini akan lahir generasi yang berbudi tinggi dan mulia.
Nur Habib, mengabarkan.
