KERATON PAKUNGWATI ISTANA MILIK KERAJAAN CARUBAN NAGARI SEJAK TAHUN 1452 M.
Menurut sejarah yang dikutip dari PS. Sulendraningrat, bahwa asal mula berdirinya Kerajaan Caruban Nagari dan Keraton Pakungwati pada awalnya adalah berupa sebuah pemukiman rakyat yang berada di Tepian Pantai yang masih menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Padjadjaran yang dibangun oleh Ki Gedeng Alang- Alang dan Pangeran Cakrabuana sebagai Putra Mahkota Prabu Siliwangi dari Permaisuri Nyi Mas Ratu Subanglarang dan sejak tahun 1447 M. oleh Ki Mentri Pepitu utusan dari Prabu Cakraningrat (Raja Galuh) bahwa pemukiman rakyat tersebut diberi nama Dukuh Caruban dan Kepala Dukuhnya disebut KUWU yang dijabat oleh Ki Gedeng Alang- Alang dan setelah beliau meninggal digantikan oleh menantunya yaitu Pangeran Cakrabuana yang berkantor di Witana.
Kemudian pada tahun 1452 M. setelah istri Pangeran Cakrabuana yang bernama Dewi Indangayu melahirkan seorang Putri pertama yang bernama Ratu Mas Pakungwati, Pangeran Cakrabuana membangun sebuah Keraton yang diberi nama Keraton Pakungwati, maka sejak tahun 1454 M. Dukuh Caruban berkembang menjadi Kerajaan Caruban Nagari dibawah wilayah kekuasaan Kerajaan Padjadjaran dan sebagai Rajanya adalah Pangeran Cakrabuana yang bertahta di Keraton Pakungwati dan mendapat pengakuan dari Prabu Siliwangi sebagai Raja dengan diberi Gelar Sri Mangana (Prabu Anom).
Kemudia pada tahun 1479 M. setelah Pangeran Cakrabuana menikahkan Putrinya yang bernama Ratu Mas Pakungwati dengan keponakannya yang bernama Syeh Syarif Hidayatullah Al-Hauthy Putra Mahkota dari Kerajaan Mesir yang bernama Syarif Abdullah Al-Hauthy dari Permaisuri Ratu Mas Rarasantang (Syarifah Mudaim) putri Prabu Siliwangi dari permaisuri Nyi Mas Ratu Subanglarang, maka Pangeran Cakrabuana menyerahkan kekuasaannya kepada Syeh Syarif Hidayatullah Al-Hauthy sebagai Raja Penatagama dengan gelar Raja susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati).
Dan sejak tahun 1482 M. Sunan Gunung Jati memproklamasikan bahwa Kerajaan Caruban Nagari merdeka dari Kerajaan Padjadjaran dan menolak membayar pajak/ upeti setiap tahunnya kepada Kerajaan Padjadjaran, demikianlah uraian sejarah ini semoga bermanfaat untuk anak cucu kita agar jangan sekali- kali melupakan sejarah dan peradaban para keluhurnya “JAS-MERAH”.
Dan untuk mengetahui rute lokasi dan alamat Keraton Pakungwati silahkan klik googel/ maps dibawah ini, terimakasih selamat berjuang dan Salam… satu nagari MERDEKA…!!!
