Cerita Kunjungan KRT. Faqih Wirahadiningrat di Masjid Brunai Darussalam

KRT. Ir. Faqih Wirahadiningrat berkunjung ke Masjid Brunai Darussalam dan bertemu dengan ulama sekaligus Imam Masjid. Berikut ini penuturannya :

Setelah Silaturahmi, saya kemudian didoakan oleh Yang Mulia Pangiran Syekh Hamdi Bolkiah, Imam Besar Masjid Negara Sultan Umar Ali Syaifuddin (diambil dari nama ayahanda Sultan Hassanal Bolkiah yang bertahta sekarang).

Saya berada di Masjid terkenal ini. Karena keindahannya dan berkubah emas murni, sebagai simbol kemakmuran Negara Brunei Darussalam.

Berlatar belakang Masjid berkubah emas Sultan Umar Ali Syaifuddin Bolkiah (diambil dari nama ayahanda Sultan Brunei saat ini), penjelasan tentang nasab Sultan Brunei dan kode DNA nya, bahwa secara data sejarah, pustaka dan genetika Sultan Brunei adalah keluarga Nabi dari keluarga Al Hasani melalui jalur Bani Qatada dan Ajlani. Berkerabat dekat dengan Yordania, dan bahkan mengambil menantu salah seorang Pangeran Kerahaan Yordania.

Sekaligus di Masjid bersejarah tersebut dilakukan penyerahan isbat Nasab Trah Mataram Islam dari jalur Pangeran Sambernyawa (Mangkunegaran) oleh Naqib Al Idrisi di Brunei Darussalam Sayyid Ahmad Al Idrisi Al Hasani didampingi Naqib Mataram Islam yang ditunjuk oleh Dewan Naqobah Dunia Faqih Wirahadiningrat kepada : dr. Satrio (Ketua Perdatin Jawa Tengah). Tidak boleh sembarangan mengaku sebagai keluarga Nabi SAW di Brunei Darussalam, melainkan harus punya data, diakui keluarga besar baik lokal maupun internasional, dan apabila mengaku garis lurus laki-laki harus dibuktikan dengan lolos tes Y-DNA. Kelak di Indonesia pun harus demikian dan pasti akan ditertibkan oleh negara.

Selamat buat dr. Satrio seorang pengajar, praktisi dan profesional di bidang kedokteran baik di bidang anestesi dan terapi kesehatan lainnya termasuk stemcell.
Brunei negeri yang makmur, tenang, aman dan damai karena semuanya tertib dan terkendali, termasuk jangan coba-coba mengaku cucu Nabi lalu melakukan kejahatan politik dan makar. Ada salah satu imigran Yaman bermarga Al Habsyi dari Indonesia mencoba makar, lalu ditangkap dan dikembalikan ke Indonesia.
Mengaku cucu Nabi lalu melakukan pembodohan spiritual dan kapitalisasi nasab, apalagi gerakan makar maka itu adalah kejahatan keagamaan dan kemanusiaan yang serius dan sekaligus adalah kejahatan kebangsaan yang harus ditindak tegas dan tanpa kompromi.

Ke depan Brunei dan Yordania, adalah 2 negara protype yang layak untuk menjadi percontohan bagaimana menertibkan nasab Nabi di Nusantara, harus dengan ilmu baik itu kajian nasab, kajian sejarah, kajian pustaka dan kajian genetika yang benar. Tidak boleh dengan klaim sepihak, doktrin sesat dan distempel sendiri di Jakarta, lalu main paksa dan main ancam agar orang percaya untuk mengkultuskan diri dan memuliakan golongannya.

Saatnya Negara hadir, Yordania dan Brunei adalah negara sahabat yang layak jadi contoh nyata !!!

Shollu ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi Muhammad SAWW💝🤲💖