
KEDIRI–Pondok Pesantren Al Falah Ploso di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dipenuhi oleh ribuan anggota Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) menjelang pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026.
Sekitar 7.000 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur hadir untuk menyemarakkan rangkaian pra-Munas dengan lantunan sholawat dan hadrah yang sarat makna spiritual.
Kegiatan hadrah di pusatkan di Aula Dua kompleks pesantren agar tidak mengganggu agenda utama Munas-Konbes.
Ketua Panitia Lokal, Agus Bahauddin, menyatakan kehadiran para jamaah merupakan dukungan spiritual dan kemeriahan acara. Lebih lanjut Agus mengatakan, “Kami mengundang ISHARI dari seluruh Jawa Timur. Mereka hadir untuk memeriahkan pra-Munas dan memberikan spirit yang kuat,”ujarnya.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa hadrah bukan sekadar pertunjukan seni tradisional, melainkan sarana khidmah dan tabaruk para masyayikh.
“Hadrah juga menjadi bagian penting dari rangkaian Haul Masyayikh Ploso yang memadukan aspek spiritual dan kebersamaan,” ujar Gus Yahya.
Rangkaian Munas-Konbes dan Haul diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 23 Juni 2026 dengan kehadiran ribuan santri, alumni, dan warga Nahdliyin. Untuk mengantisipasi lonjakan massa, panitia bekerja sama dengan aparat keamanan menyiapkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas yang ketat.
Munas dan Konbes NU adalah forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar. Forum ini fokus membahas sejumlah isu strategis organisasi dan rekomendasi keagamaan demi menopang perjalanan organisasi NU ke depan. Puluhan pengurus wilayah NU dari seluruh Indonesia dijadwalkan hadir, berkontribusi dalam merumuskan arah dan kebijakan.
Agus Bahauddin menuturkan harapan besar agar rangkaian syiar sholawat dan hadrah ini membawa keberkahan dan restu para ulama. “Kami berharap Munas ini mengembalikan roh NU pada makom yang semestinya dan memperkuat peran NU di tengah masyarakat,” tuturnya.
Disimpulkan,ribuan jamaah ISHARI yang hadir menyemarakkan pra-Munas-Konbes NU 2026 menunjukkan kekuatan spiritual dan kebersamaan warga Nahdlatul Ulama.
Kegiatan ini semakin memantapkan komitmen NU untuk menjaga tradisi, meningkatkan peran keagamaan, dan mempersiapkan masa depan organisasi dengan penuh harapan.
Dengan gelombang sholawat dan sukacita bersama ribuan jamaah, Munas-Konbes NU 2026 di Pesantren Al Falah Ploso menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat visi NU sebagai rahmatan lil alamin. Semoga forum ini mengantarkan keputusan bijak dan membawa berkah bagi umat dan bangsa.*Imam Kusnin Ahmad*
