Hasil Rapat PBNU. Wakil Syuriah Menyatakan Muktamar NU Ke 35 Di Pesantren Berfasilitas Lengkap Tidak di Hotel dan Diperguruan Tinggipp

 

Jakarta, menaramadinah.com-Menjelang Muktamar Nu ke 35. PBNU telah berusaha keras untuk mensukseskan dengan menggelar berbagai rapat.

Diantaranya Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Anwar Iskandar mengusulkan penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU dilaksanakan di pesantren. Tidak di hotel maupun perguruan..

Hal tersebut disampaikan berdasar  hasil rapat Syuriyah dalam Rapat Pleno PBNU di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (21/5/2026) kemarin.

Namun demikian harus ada   sejumlah kriteria pesantren yang dapat menjadi pijakan dalam penetapan tuan rumah Muktamar Ke-35 NU.

“Pesantren terjangkau transportasi oleh seluruh peserta. Jangan sampai merepotkan dalam transportasi,” katanya.

Selain itu, fasilitas pesantren juga harus memadai untuk menampung peserta muktamar, mulai dari kamar, ruang rapat, hingga fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

Alasannya  waktu persiapan yang relatif singkat. Karena Muktamar Ke-35 NU diusulkan digelar pada 1-5 Agustus 2026 dan waktu tersebut. Sehingga dibutuhkan satu pesantren ready for use, sudah siap.

Lokasi Pondok pesantren ada beberapa pilihan  yaitu  Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, dan DKI Jakarta.

Nanmun demikian  Dewan Mustasyar PBNU, jajaran Syuriyah PBNU, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni, Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf, serta jajaran Tanfidziyah PBNU. Belum memutuskan secara pasti. Masih menunggu rapat selanjutnya.

Husnu Mufid

 

 

© 2026 NU Online | Nahdlatul Ulama