
Jakarta, menaramadinah.com — Kecelakaan Kereta Api Agro Bromo dan Komuter di Bekasi memantik bicara Komisaris Utama (Komut) Pt Kereta Api Indonesia (KAI) KH. Said Aqil Siradj.

Beliau menyatakan bahwa pembuatan palang pintu adalah tanggung jawab pemerintah setempat. Karena palang pintu menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
Oleh karena itu, lanjut Beliaunya menyatakan, Tugas KAI hanya sebatas menjalankan kereta dan menarik tiket penumpang. Banyak orang enggak paham, saya sendiri sebelum jadi Komut enggak paham. Saya kira palang itu kewajiban KAI, (ternyata) bukan.
“Ya kita sudah sering sekali mengimbau, malah waktu di Jawa Timur semua kumpul bupati-bupati yang ada sebidang itu. Waktunya, oke, kolaborasi, ya tapi belum ada pelaksanaannya,” ungkapnya.
KIAI Said juga tak menampik bahwa untuk membuat palang pintu kereta api membutuhkan anggaran yang besar. Namun, ia menekankan hal itu demi keselamatan nyawa. Bikin palang yang bagus itu Rp3 miliar, satu. Bukan barang murah.
Sementara polisi menangkap sopir Taxi Green SM untuk dimintai keterangan. Karena tertemper Kereta Api di Bekasi untuk pendalaman.
Perusahaan taksi Green SM mengungkap saat ini insiden armadanya tertemper kereta di Stasiun Bekasi Timur masih dalam tahap investigasi.
Sedangkan Kementerian Perhubungan juga sudah memanggil perusahaan taksi asal Vietnam Green SM untuk dimintai keterangannya.

Menurut Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan, 3 Kecelakaan Taksi Listrik Tertabrak Kereta. Kecelakaan itu bermula saat taksi listrik Green SM berada di tengah rel dan tertemper kereta commuter line.
Akibat insiden itu, perjalanan KRL di belakangnya pun terhambat dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Nahas, kereta yang tengah berhenti itu dihantam kereta Argo Bromo Anggrek. Diduga insiden temper yang melibatkan taksi Green SM dan kereta jadi pemicu sistem perkeretaapian jadi terganggu.
“Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau, di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu, sementara itu kronologinya,” ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.
Terbaru, Green SM dalam akun Instagramnya menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebut proses investigasi masih terus berlangsung. Keselamatan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami. Guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat.
Akibat insiden itu, data terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 15 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban yang meninggal dunia dilaporkan berjenis kelamin perempuan.
MM
