*Bangsa yang berubah menjadi Bangsat*

 

Dr. Ir. Hadi Prajaka, SH, MH.

BANGSA Yang Tumbang

Fenomena televisi menyikapi pertempuran Iran, Israel dan sekutu Amerika Serikat, sungguh miris melihat perdebatan para intelektual dan profesor ilmuwan Indonesia, tapi juga lucu’ dan konyol, satu fenomena Yg narsistik kemudian ditambah perdebatan sejarah dongeng dongeng dari kitab-kitab suci yg saling hujat menghujat.

Orang orang yang mabuk dokma doktrin agama import gak Berdebat ilmiah tentang kebenaran kitab sucinya masing masing, mereka memuji Muja sejarah dongeng peradaban Bangsa Asing bahkan mengimani, meyakini sebagai firman Tuhan dan menyembah nya sebagai satu relasi Suci antara lain Bangsa Arab, Israel, Persia, Babilonia, Mesopotamia, Romawi, seluruh entitas masyarakat dunia dan khususnya Indonesia terhipnotis oleh Para nabi Nabi bangsa Asing yg membangun narasi dongeng yg saling kontradiksi, mereka ngotot untuk mencari pembenaran, satu fenomena ini sungguh sungguh miris, konyol dan lucu’, bila melihat tokoh tokoh yg katanya orang pintar berpendidikan dan berpengalaman, gelar nya doktor sampai profesor berdebat saling hujat akibat dari KULTUS dan doktrin kitab sucinya masing-masing sampai otak’ nya keluar, mereka semua mengalami halusinasi dan terhipnotis sampai setengah gila oleh dongeng sejarah dan mitologi, dongeng fiksi yg tidak ilmiah dan tidak ada jejak archeologis yang ditulis dalam kitab kitab suci agama Islam, kristen, katolik Ibrahim dan Yahudi, serta sedang merasakan bahwasanya dongeng kitab suci dan sejarah mereka adalah Yg paling benar’ dan lebih unggul, paling akurat dan lucu sungguh konyol akibat dari KULTUS, doktrin dan DOKMA kitab dongeng suci mereka, bahkan hari’ ini untuk mempertahankan dongeng dongeng kitab suci mereka saling bunuh, saling memusnahkan, perang Salib berkali kali tidak pernah berhenti atau damai dan bila senjatanya habis’ istirahat sementara di rest area, hanya tidak lelah berperang bila sudah istirahat mereka selesai akan berperang kembali, satu fenomena tragis, da yg paling aneh dan narsis adalah tokoh-tokoh masyarakat kita, yg katanya lulusan doktor, profesor, tokoh masyarakat , para politikus handal kok Bisa terjebak dalam ketersesatan parah banget, menyikapi problematik dongeng dongeng Bangsa asing Dan mempertontonkan argumentasi yg seakan akan ilmiah tetapi sebenarnya hanya halusinasi sejarah dongeng yg tidak pernah ketemu benang merahnya sejarah Yg di sampaikan secara ilmiah di masyarakat, persoalan ini menjadi satu keniscayaan, mereka lupa warisan sejarah dan kebudayaan spiritual nya sendiri, serta ajaran Budi Pekerti luhur yg mereka warisi, lupa dan lupa diri sejati nya bahwasa dahulu kala sebagai Bangsa mulia sebelum budaya Asing, spiritual asing tradisi asing masuk ke Nusantara kita adalah Bangsa sejahtera, Padang Kahuripan, Padang Kamulyan punya leluhur sebagai pemandu peradaban dunia, dijuluki WANGSA Surya, bangsa yang mempunyai distinasi kebudayaan yang paling tinggi, bahkan seorang Mentri menyampaikan Nusantara sebagai portal kebudayaan semesta, memandu generasi Bangsa tetapi saat ini para tokoh tidak segan segan masyarakat mulai tokoh agama, ilmuwan politisi membunuh adat, tradisi budaya yang mereka warisi sendiri, bahkan merubah dg tradisi adat kebudayaan Bangsa asing , seperti diatas. sampai sampai tradisi minum air kencing onta dan menjilati simbul Vagina batu Hajar Aswad merupakan simbol surgawi, belum lagi terhipnotis dg mencium rambut rambut , sandal nabi, untuk bisa diakui di akhirat, sampai batuk nya Diraja hitam melambangkan PARA pemimpin suci, dan tiap-tiap tahun harus memikul salib dengan berdarah darah tangan nya dipaku bumi yang dihadirkan sebagai ritual, ritus adat istiadat dan tradisi Suci, dongeng dari negeri antah berantah dan kebudayaan Asing, mitologi Asing, sejarah bangsa asing yang menjadi warna baru’ sebagai warisan yg diukir kepada umatnya dipamerkan sebagai ritual dan ritus ritus tradisi baru’ keimanan , bagaimana Bangsa yg dahulu punya martabat PERADABAN Adi luhung telah Tumbang, tersesat dan Bangsa yg dahulu menjunjung gotong royong, saling hormat menghormati musnah karena virus dongeng sejarah Bangsa asing dijadikan sebagai DOKMA DOKTRIN , kultus ritual dan spiritualitas, seluruh entitas kebudayaan hancur berantakan, akibatnya secara sosial budaya, sosial politik saling bunuh berebut jama’ah, berebut wilayah, berebut pengaruh politik, pamer paling banyak jama’ah adalah yg benar dan menang dstnya, pokoknya mereka melupakan persoalan Bangsa nya sendiri, mengabaikan kemiskinan, penderitaan, kehilangan jati diri dan martabat bangsa nya, ….
Para rohaniawan , politikus dan pemimpin negara ingin menjadi Don Quixote, pahlawan kesiangan, dihadapan percaturan politik dunia seakan akan mampu mencegah perang dunia, seakan akan mampu menjadi pahlawan dunia tetapi mampus gagal membawa rakyatnya menjadi sejahtera dan mulia bahkan perang antar bangsa terus terjadi, mimpi menjadi pahlawan non blok tetapi ditinggalkan oleh anggota non blok bahkan tidak mampu memimpin Bangsa dan rakyat sendiri untuk menemukan martabat, kemakmuran , kesejahteraan, kemuliaan dan jati diri sebagai manusia yang beradab, sebagai Bangsa yg bermartabat punya *Sesanti Pancasila* sebagai slogan ideologi dan gotong royong tetapi hanya mimpi disiang bolong bahkan sudah menjadi baju Para kapitalis , para aristokrat feodal, dan hidup masyarakat semakin hedonistik yg menjadi simbol kemapanan dan kemakmuran, muncul gambaran para koruptor dan sultan sultan kapitalis kaya, negara yg kaya raya hanya 20 orang dari 250: juta rakyat mereka meng expose dan di-expose sebagai gaya hidup, di televisi dan medsos, sedangkan tradisi leluhur Yg diwariskan musnah berantakan, Adat tradisi dibunuh oleh generasi baru dianggap kuno dan syirik mereka yg ingin cepat kaya dg cara cara liar, kebudayaan Nusantara Tumbang, sejarah dikubur, tembang tembang pitutur luhur dianggap tidak mencerminkan ajaran agama, padahal tembang tembang luhur bukan sekedar nilai rasa tetapi juga pemandu ajaran Budi pekerti luhur dan merubah dg mitologi para nabi Asing, dongeng asing sejarah Bangsa asing di gali semakin dalam dalam rangka memenangkan debat, agar bisa menguasai musuh debat nya, tidak pernah ada manfaatnya kita kehilangan akal’ nalar, dan manusia Nusantara telah menjadi zombie dan salesman dongeng sejarah Bangsa penjajah yg menghalalkan memakan saudara nya sendiri, membunuh sesama anak bangsa kehilangan kesadaran, kehilangan identitasnya, kehilangan jati diri, kehilangan nilai luhur bangsa, dst nya, kita menjadi sampah’ peradaban Bangsa asing, Bangsa paling jorok dan tidak lagi menjadi Bangsa yg bermartabat, Bangsa mulia tetapi kesurupan massal oleh dongeng dongeng para nabi-nabi Bangsa Asing, tiap-tiap tahun mengadakan hari raya korban, membunuh binatang, untuk visa masuk surga.
Setelah para arkeologi mengupas ternyata cuma kumpulan kertaa dongeng, itupun hasil curian sana sini
[29/4 07.02] Dody Kompas: Yesus tak pernah ada, makomet cuma garong, cuma khayalan para pemuda yg ingin beriman dan dibantah oleh peneliti jejak arkeologi nya tidak pernah ditemukan.
[29/4 07.02] Dody Kompas: Makomet tak lebih kejam dari gerombolan garong mongol
Kaum kampret yg ketemu demit bahasa Jawa dan malaikat bahasa Ibrani apa bedanya? Dongeng JIBRIL, Mikail, Rokib, atit dstnya ludes ditelan mentah-mentah.

: Lihat TV one lucu’… debat Iran dan Israel isinya profesor dan orang kesurupan massal yg konyol, memalukan sekali.

Gus WARAS Nalar