
SOLO – Persaingan babak Final Four Proliga 2026 putaran kedua resmi bergulir panas di GOR Sritex Arena, Kamis (9/4/2026). Duel pembuka sektor putri menyajikan pertarungan sengit antara Jakarta Pertamina Enduro melawan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.
Atmosfer stadion yang penuh sesak menambah tensi pertandingan sejak set pertama. Kedua tim saling jual beli serangan dengan variasi smash tajam yang membuat penonton tak henti bertepuk tangan.
Meski hanya tampil dua set,bintang nasional, Megawati Hangestri Pertiwi ( Megatron), tampil sangat mendominasi. Lesatan smash-nya keras dan sulit dibendung oleh pertahanan lawan.
Didukung sempurna oleh legiun asing tangguh Irina Voronkova dan Wilma Alishanova, Pertamina Enduro menunjukkan kerja sama tim yang solid, baik saat menyerang maupun saat membangun benteng pertahanan di depan net.
Sementara itu, Gresik Phonska Plus yang mengandalkan kekuatan Oleksandra Bytsenko dan Shella Bernadetha sempat memberikan perlawanan keras. Namun, mereka kesulitan menembus blokade rapat yang dipasang skuad ibukota.
Pertandingan akhirnya berakhir dengan kemenangan meyakinkan bagi Jakarta Pertamina Enduro lewat skor 3-1 (25-19, 25-19, 21-25, 25-23). Hasil ini menjadi modal penting bagi skuad asuhan Putut Marhaento untuk mengamankan posisi di puncak klasemen.
Susunan Pemain:
Jakarta Pertamina Enduro ( JPE ).Pemain Utama:
Irina Voronkova, Wilma Salas, Megawati Hangestri Pertiwi, Yulis Indahyani, Dinda Syifa, Amalia Fajrina, dan Windi Dwiyanti.
Pelatih: Putut Marhaento
Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia ( GPPI).Pemain Utama:
Annie Valentine Mitchem, Sasa Bytsenko, Ratri Wulandari, Diyan Agustin, Febriyanti, dan Novia Andriyanti.
Pelatih: Muhammad Ansori.
Solo merupakan kota kedua dari rangkaian empat kota tuan rumah yang mempertemukan delapan tim elite putra dan putri demi memperebutkan tiket ke Grand Final.
Antusiasme warga diprediksi akan terus memanas hingga penutupan putaran kedua pada Minggu mendatang, termasuk laga-laga seru di sektor putra yang melibatkan raksasa seperti Jakarta LavAni dan Surabaya Samator.*Imam Kusnin Ahmad*
