
BLITAR–Suasana keagamaan dan keilmuan akan segera memeriahkan tanah Blitar.
Pada hari Jumat, 10 April 2026, Yayasan Darut Tauhid dan Pondok Pesantren Jamiyatul Qurro’ Wall Huffadzz yang berlokasi di Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, akan menggelar dua momen besar sekaligus.
Yakni Wisuda Tahfidzul Qur’an dan Peringatan Haul ke-9 Almaghfurlah Kiai Khozin Abdullah.
Yang membuat acara ini semakin istimewa, hadirnya tiga tokoh besar bangsa yang akan memberikan pencerahan.
Mereka adalah ulama besar, menteri negara, hingga wakil rakyat yang siap menyapa dan memberikan arahan bagi umat.
Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan pertemuan antara nilai luhur pesantren dengan dinamika kepemimpinan nasional.
*Deretan Tokoh Nasional yang Akan Hadir*
Panitia memastikan bahwa tamu undangan utama merupakan figur-figur yang sangat dihormati dan memiliki pengaruh besar di tanah air.
1. Prof. Dr. KH. Said Aqiel Sirodj, MA
Tokoh yang tidak perlu diragukan lagi kewibawaannya.
Beliau adalah mantan Ketua Umum PBNU dan saat ini menjadi sosok yang sangat diperhitungkan, bahkan digadang-gadang sebagai calon kuat Rais Aam PBNU periode mendatang.
Kehadiran beliau pasti akan membawa nuansa keilmuan Islam dan hikmah kepemimpinan yang mendalam bagi seluruh hadirin.
2. H. Faishol Reza
Menteri Perindustrian Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih.
Kehadiran menteri negara ini menunjukkan bahwa dunia pesantren juga sangat dekat dengan urusan pembangunan bangsa.
Beliau akan hadir menyapa santri dan masyarakat, sekaligus memberikan gambaran bagaimana peran generasi muda dalam memajukan ekonomi dan industri nasional.
3. DR. Hj. Anggia Ermarini
Ketua Komisi VI DPR RI yang juga merupakan kader perempuan tangguh asal NU.
Beliau memiliki rekam jejak yang panjang dalam organisasi Fatayat NU.
Kehadirannya menjadi representasi perjuangan perempuan Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berani bersuara di parlemen.
Selain ketiga tokoh tersebut, Bupati Blitar, H. Drs. Rijanto, MM, juga dipastikan hadir dan memberikan sambutan.
Kehadiran kepala daerah ini menandakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kemajuan pendidikan dan dakwah di wilayahnya.
Ketua Yayasan Darut Tauhid, Gus Aslihul Ahliya Layali, menyampaikan rasa syukurnya.
“Insyaallah, beliau-beliau akan hadir memberi arahan dan pencerahan bagi ummat,” ujarnya di kantor yayasan yang terletak di Jl. KH Ahmad Nur No 04, RT 004 RW 004, Bakung.
Yayasan Darut Tauhid sendiri dikenal sebagai pusat pendidikan dan amaliyah yang kokoh.
Di bawah naungannya berdiri Pondok Pesantren Jamiyatul Qurro’ Wall Huffadzz yang fokus mencetak generasi penghafal dan pencinta Al-Qur’an.
Tidak hanya pendidikan formal, yayasan ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi Jam’iyah Thoriqah Sathoriyah.
Sebagai anggota dari Jatman NU (Jamiyah Ahlitthoriqah Mu’tabarah Annahdliyah) Blitar Raya, yayasan ini terus menjaga tradisi keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, moderat, dan tetap berpegang teguh pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.
Acara wisuda dan haul ini memiliki makna yang sangat dalam bagi kita semua.
Pertama, ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para pendahulu.
Haul ke-9 Kiai Khozin Abdullah adalah momen untuk mengenang jasa, doa, dan perjuangan beliau dalam menegakkan agama dan mendirikan lembaga ini.
Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, dan ilmunya tetap mengalir memberikan manfaat.
Kedua, wisuda tahfidz ini adalah bukti nyata bahwa generasi muda masih mencintai Al-Qur’an.
Anak-anak didik kita hari ini bukan hanya pandai secara akademis, tapi juga hafal dan memahami kalamullah.
Ini adalah aset terbesar bangsa yang akan menjadi benteng moral di masa depan.
Ketiga, pertemuan antara ulama, pejabat negara, dan masyarakat di halaman pesantren adalah cermin persatuan.
Bahwa urusan agama dan urusan negara adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Ulama memberikan pencerahan ruhiyah, sementara pemimpin negara memberikan arah kemajuan.
Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat.
Bahwa untuk maju, kita butuh ilmu yang dalam, iman yang kuat, dan kerja keras yang nyata.*Imam Kusnin Ahmad*
