Pelan Pelan Hegemoni Habib Baalawi Runtuh di Makam dan Masjid Sunan Ampel Digantikan Kiai Pribumi

Pengaruh Habib Baalawi pelan pelan di Haul Sunan Ampel semakin memudar. Bahkan akan mengalami keruntuhan. Setelah tesis KH. Imadduddin menyatakan Habib Baalawi bukan keturunan Rasulullah. Kok bisa bagaimana ceritanya. Berikut ini laporan Pemred menaramadinah.com Husnu Mufid

Tanda tanda memudarnya hegemoni Habib Baalawi   terlihat dari Haul Sunan Ampel dari tahun ke tahun pasca Covid 19 yang lalu. Dimana Habib Lutfi bin Yahya  sudah tidak memimpin acara di Makam Sunan Ampel saat haulnya.

Kemudian para peziarah sudah tidak percaya lagi dengan Habib Lutfi bin Yahya. Karena telah merubah situs Makam Sunan Ampel dalam bentuk Makam Yaman.

Selanjutnya adanya perebutan kekuasaan untuk mengelola Makam.dan Masjid Ampel diantara pengurus. Bahkan pihak warga sekitar baik LPM. RW dan RT ingin ikut mengurus.

Ini menunjukkan situasi dan kondisi Makam dan Masjid Sunan Ampel kurang kondusif. Dimana ada tarik menarik pengurus dan warga sekitar ingin Habib Baalawi tidak diundang serta tidak dilibatkan dalam acara Haul Sunan Ampel.

Perkembangan terbaru  masuknya Pawon Wong Bodo di areal Makam Sunan Ampel. Dengan memberi makan gratis 10.000 peziarah usai sholat subuh dan sore hari.

Dimana Cruw Pawon Wong Bodo terdiri dari anggota PWI LS. Yang siap bikin Peziarah senang. Sementara Habib Baalawi tidak memberi makan gratis.

Ini menunjukkan peran habib dalam memberi pelayanan kepada peziarah semakin tergeser oleh Pawon Wong Bodo dari Gresik.

Banyak peziarah meyakini peran Habib Baalawi akan tergantikan. Hanya tinggal menunggu waktu saja.

Jika Habib Baalawi sudah tidak punya peran lagi di Haul Sunan Ampel tentu hegemoninya hilang dan ulama pribumi akan berkuasa kembali seperti zaman sebelum ada penjajahan Belanda. Mengingat Habib Baalawi diperintah Penjajah Belanda menguasai Makam dan Masjid Sunan Ampel Pasca Perang Diponegoro.