بسم الله *Gestur Lebih Fasih dari Ucapan*

 

Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Ketika kita duduk-duduk santai di sore hari bersama keluarga, tiba-tiba ada yang mengantar berkat yakni makanan siap saji dari kondangan. Di antara kita ada yang beranjak tampak dengan riang gembira menerima berkat pemberian tersebut dengan ucapan terimakasih. Masih di hadapan dan diperhatikan oleh pemberi, berkat tersebut ditaruh dengan kasar seperti setengah membanting. Peristiwa ini adalah contoh gestur dan ucapan tidak sama.

Gestur adalah gerakan tubuh atau ekspresi wajah yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau emosi tanpa kata-kata. Contoh gestur (Modified AI, 2026):
– Mengangguk (menunjukkan setuju)
– Menggelakkan tangan (menunjukkan tidak setuju)
– Tersenyum (menunjukkan kebahagiaan)
– Mengangkat bahu (menunjukkan ketidakpastian)

Gestur bisa berbeda-beda makna di berbagai budaya.

HR. Al-Baihaqi memberikan kaidah antara gestur dan ucapan, yskni:

لِسَانُ الْحَالِ أَفْصَحُ مِنْ لِسَانِ الْمَقَالِ

Artinya: “Bahasa tindakan lebih jelas daripada bahasa kata-kata.”

Tafsir hadits ini menjelaskan bahwa tindakan seseorang lebih dapat menunjukkan kebenaran dan keikhlasannya daripada hanya sekedar kata-kata.

Sekian tahun yang lalu pernah populer dengan istilah dakwah bilhal. Ajakan atau dakwah dengan tindakan memberi contoh infaq misalkan adalah lebih kuat dari pada ajakan hanya dengan lisan. Kita berbusana khasnya sholat jamaah, kemudian menampakkan diri berangkat ke masjid ketika terdengar adzan, maka gestur kita sebenarnya sudah dakwah bilhal. Hal ini sudah barang tentu berkesan lebih kuat dari pada mengeluarkan suara misalkan mari kita jamaah ke masjid.

Point besar yang harus kita camkan betul adalah ucapan lisan Alhamdulillah ketika kita diberi nikmat Allah SWT yang luar biasa besarnya. Nikmat hidup dengan berbagai macam kandungannya: Iman-Islam, berakal, sadar, sehat, dll. Respon pemberian nikmat ini sangat tidak cukup bila hanya dengan ucapan Alhamdulillah. Gestur kita harus juga kita tampilkan dengan maksimum.

Pemberi berkat sangat tersinggung ketika berkat pemberiannya dilempar atau ditaruh dengan kasar. Sebaliknya akan sangat senang dan merasa dihormati apabila berkat tersebut langsung dimakan. Demikian juga Allah SWT memberi nikmat pada kita sekian banyak itu normalnya tidak cukup hanya dengan ucapan Alhamdulillah. Tetapi peran gestur kita harus kita mainkan, yakni dengan semangat melakukan semua (sesuai kapasitas kita) perintah Allah SWT dan menjauhi semua laranganNya. Semoga bisa demikian aamiin.

Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.

Surabaya,
12 Sya’ban 1447
atau
31 Januari 2026
m.mustain