*Persijap Jepara Unggul 1-0 Di Babak Pertama Atas PSM Makassar, Drama Kartu Merah Dibatalkan*

JEPARA–Laga kandang Persijap Jepara meraih penuh usai berhasi melibas PSM Makassar dengan skor 1-0 pada babak pertama laga Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (24/1) malam.

Laskar Kalinyamat membuka keunggulan melalui gol Franca pada menit ke-5, sementara laga juga diwarnai drama kartu merah yang akhirnya dibatalkan setelah pemeriksaan VAR.

*Laga Mulai Dengan Gol Dramatis*

Kick-off laga langsung diisi dengan aksi seru dari kedua tim yang segera melakukan serangan mendekati kotak terlarang. Pada menit ke-5, saat Persijap menyerang ke area penalti PSM, bek Victor Luiz mencoba membuang bola dengan tendangan keras, namun bola memantul ke arah badan rekannya Aloisio Neto. Pantulan tersebut membuat bola melambung menuju gawang, dengan kiper Reza Arya Pratama berhasil menggapai bola namun tidak mampu mengendalikannya dengan sempurna.

Bola melambung kembali di depan gawang saat Reza jatuh, dan perebutan terjadi antara Franca (Persijap) dan Neto (PSM). Franca yang berhasil memenangkan perebutan mencetak gol, sementara Neto harus menghantam tiang gawang dalam upayanya menghentikan bola. Skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

*Persijap Beri Tekanan Beruntun*

Keunggulan satu gol membuat Persijap semakin semangat untuk menambah skor. Pada kesempatan berikutnya, Franca kembali mengancam dengan menggiring bola ke sisi kanan kotak penalti, namun bek PSM Mufli Hidayat berhasil mendorong bola sebelum dia bisa menembak.

Pada menit ke-9, Alexis Gomez hampir memperbesar keunggulan dengan tendangan roket yang menggesek sisi atas mistar gawang. Tekanan terus-menerus dari Persijap membuat pertahanan PSM tertekan, bahkan menghasilkan dua peluang tambahan yang sayangnya terhenti karena posisi offside pemain tuan rumah.

*Drama Kartu Merah Yang Dibatalkan*

PSM tidak tinggal diam dan mencoba membangun serangan balik, meskipun belum mampu mengganggu benteng pertahanan Persijap. Pada menit ke-40, laga mengalami kemeriahan ketika Franca berhasil lolos dari hadangan kapten PSM Yuran Fernandes. Yuran kemudian mengejar dan menjatuhkan Franca di dalam kotak penalti, membuat wasit Gedion langsung mengeluarkan kartu merah.

Sang kapten segera memprotes dan membantah melakukan pelanggaran. Setelah melakukan pemeriksaan VAR, wasit memutuskan untuk membatalkan kartu merah dan menetapkan bahwa Franca jatuh bukan karena dorongan, melainkan karena terpeleset. Pertandingan pun berlanjut tanpa adanya pemain yang dikeluarkan.

*Konteks Tim Dan Strategi Pelatih*

Persijap Jepara yang berada di peringkat ke-18 (posisi terbawah klasemen) bertekad mengakhiri catatan buruk setelah 10 tahun absen dari kompetisi utama. Pelatih Divaldo da Silva menerapkan formasi 4-3-3 untuk memaksimalkan serangan.

Sementara itu, PSM Makassar dengan 19 poin di peringkat ke-12 juga berusaha meraih poin penting. Pelatih Thomas Trucha menggunakan skema yang sama (4-3-3) untuk menyeimbangkan kekuatan serang dan tahan.

Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 1-0 untuk Persijap Jepara. Babak kedua diharapkan akan lebih seru dengan upaya PSM untuk menyamakan skor dan Persijap yang berusaha mempertahankan serta memperbesar keunggulan.

Kinerja awal Persijap menunjukkan semangat juang yang tinggi dari tim yang baru promosi, dengan fokus pada serangan cepat dan tekanan tinggi terhadap pertahanan lawan. Gol yang dicetak merupakan hasil dari keberuntungan sekaligus kecepatan bereaksi Franca. Sementara itu, PSM tampaknya masih perlu menyesuaikan permainan setelah mengalami tekanan awal, terutama setelah insiden kartu merah yang membuat suasana tim sedikit terganggu. Strategi pelatih kedua tim kemungkinan akan mengalami perubahan di babak kedua untuk menguasai jalannya laga.*Imam Kusnin Ahmad*