Bali United di Tahan Imbang Semen Padang 3-3, Persita Juga Imbangi Bhayangkara 1-1.

GIANYAR–Bali United harus puas berbagi poin dengan Semen Padang dengan skor akhir 3-3 dalam laga Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (24/1). Tuan rumah yang sempat tertinggal 0-2 mampu bangkit unggul 3-2, namun harus menerima hasil imbang usai lawan menyamakan kedudukan menjelang akhir laga. Pada pertandingan lain yang berjalan bersamaan, Persita Tangerang juga bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC di Stadion Sport Center Kelapa Dua.

*Laga Bali United Vs Semen Padang: Perlawanan Dramatis Di Gianyar*

Semen Padang langsung mengejutkan dengan gol cepat di menit kelima. Angelo Meneses berhasil menyuntikkan bola ke dalam gawang setelah meneruskan umpan dari Kianz Froese. Hanya tujuh menit kemudian, pada menit ke-12, Semen Padang memperbesar keunggulan menjadi 2-0 melalui sundulan Jaime “Jago” Giraldo yang mengolah umpan sepak pojok dari Froese.

Setelah jeda babak pertama, Bali United mulai menunjukkan perubahan permainan. Pada menit ke-47, Teppei Yachida hampir membuka kemarahan tuan rumah dengan sontekan, namun bola melenceng tipis di sisi kanan gawang lawan.

Kesempatan emas akhirnya datang pada menit ke-54. Jens Raven berhasil mencetak gol setelah lolos dari jebakan offside, memperkecil kedudukan menjadi 1-2.

Pada menit ke-64, Semen Padang sempat mengira telah menambah gol melalui Angelo Meneses, namun wasit membatalkan gol tersebut setelah melakukan pengecekan VAR yang menunjukkan posisi offside pada pemain tersebut.

Bali United berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit ke-68 berkat tendangan jarak jauh yang spektakuler dari Mirza Mustafic. Bola sempat mengenai tiang sebelum masuk ke dalam gawang, membuat penjaga gawang Semen Padang tidak bisa melakukan apa-apa.

Tak lama kemudian, pada menit ke-75, Bali United berbalik memimpin 3-2. Thijmen Goppel melakukan aksi solo run yang menakjubkan sebelum melepaskan tendangan yang tidak bisa dihentikan oleh lawan.

Namun, Semen Padang tidak menyerah. Pada babak akhir, Ripal Wahyudi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dengan tendangan keras dari dalam kotak penalti Bali United.

Pada menit ke-85, Semen Padang hampir mengambil keunggulan melalui tendangan backheel Angelo Meneses, namun gol tersebut dianulir karena terjadi pelanggaran sebelum bola masuk. Hingga akhir laga, skor tidak berubah lagi.

*Komen Pelatih Dan Motivasi Tim*

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, mengakui bahwa timnya perlu belajar dari awal permainan yang lamban. “Kita terlalu santai di babak pertama dan membayar mahal karena itu. Namun saya bangga dengan semangat balas tim yang menunjukkan motivasi tinggi untuk bangkit dari keterpurukan. Inovasi yang kami terapkan di babak kedua dengan mengubah pola serangan dan menempatkan pemain di posisi yang lebih tepat memberikan hasil yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih Semen Padang, Djadjang Nurdjaman, menyatakan puas dengan hasil yang diraih timnya.

“Kita datang ke sini dengan strategi yang jelas dan mampu mengeksekusinya dengan baik. Meskipun sempat terbalik unggul, motivasi para pemain untuk terus berjuang tetap tinggi. Inovasi dalam pola pertahanan dan serangan cepat menjadi kunci kita bisa bertahan dan mencetak gol penting di akhir laga,” jelasnya.

*Pertandingan Persita Vs Bhayangkara FC: Debutan Mbarga Bawakan Unggulan*

Di Stadion Sport Center Kelapa Dua, Bhayangkara FC mengambil keunggulan pada menit ke-38 melalui sepakan keras Privat Mbarga. Gol tersebut menjadi hadiah spesial bagi Mbarga yang membuat debutnya bersama Bhayangkara FC.

Persita yang bermain di kandang sendiri terus mencari celah dan akhirnya berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-84 melalui gol Matheus Alves. Tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga akhir laga, membuat kedua tim harus berbagi poin.

Hasil imbang antara Bali United dan Semen Padang menunjukkan bahwa kedua tim memiliki kualitas yang seimbang dan semangat juang yang tinggi. Performa Bali United yang mampu bangkit dari keterpurukan menunjukkan tingkat motivasi yang baik, sementara Semen Padang membuktikan diri sebagai lawan yang tangguh dengan strategi dan inovasi permainan yang efektif.

Sementara itu, hasil imbang Persita dan Bhayangkara FC menunjukkan bahwa kompetisi Super League 2025/2026 semakin ketat dan setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk meraih poin. Debut impresif Privat Mbarga juga menjadi sorotan khusus yang menunjukkan bahwa para pemain baru mampu memberikan kontribusi penting bagi tim mereka.*Imam Kusnin Ahmad*