
Oleh Kang Aceng Tea
Bandung – Di Pergantian Tahun ini, Sang Penyair Jalanan dari Tatar Sunda, melangkahkan kaki ke sudut desa, menyepi, meninggalkan kota. Hanya lilin kecil, secangkir kopi dan rokok yang setia menemaninya, ia menghela nafas dalam-dalam, merenungi arti kehidupan, ia hanya menulis puisi singkat:
MISTERI
Harapan kadang tidak terkabul
Keinginan kadang tidak terpenuhi
Impian hanya menjadi oase
Tapi, anugerah dan kebahagiaan
kadang datang tak terduga
menghampiri kita tanpa aba-aba
Itulah misteri kehidupan
Biarlah yang lalu
jadi kenangan
Aku harus melangkah tuk
merengkuh mimpi-mimpi baru lagi. ****
Sumber: ASH
Editor: Tim Redaksi.
