BINLAT Karakter Jati Diri Bangsa Jadi Model Pendidikan Alternatif di Tahun 2026

Kediri-menaramadinah.cpm-Bimbingan dan Pelatihan (BINLAT) Karakter Jati Diri Bangsa Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu model pendidikan alternatif pada tahun 2026, seiring meningkatnya kebutuhan akan pendidikan karakter yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga kesadaran rasa dan jati diri kebangsaan.

Model pendidikan ini dikembangkan melalui kerja sama Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia, Perkumpulan Instruktur Pegiat Jati Diri Bangsa Indonesia (PIPJATBANG), dan Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara, yang selama ini aktif menyelenggarakan pendidikan jati diri bangsa di berbagai daerah.

Salah satu pelaksanaan BINLAT tersebut digelar di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Kediri, dengan melibatkan pelajar tingkat SMP, SMA, dan mahasiswa.

Kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan karakter dapat dikemas secara kontekstual, historis, dan menyentuh kesadaran batin peserta.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Instruktur Pegiat Jati Diri Bangsa Indonesia, R. M. Kushartono, menjelaskan bahwa BINLAT Karakter Jati Diri Bangsa dirancang berbasis pendidikan rasa yang memadukan tiga pilar utama, yaitu spiritual, intelektual, dan kultural.

“Model pendidikan ini tidak hanya bertujuan mencerdaskan, tetapi menyadarkan. Orang pintar sudah banyak, namun yang memiliki kesadaran rasa, tanggung jawab kebangsaan, dan cinta tanah air masih perlu terus dibina,” ujarnya.

Dukungan terhadap pengembangan BINLAT sebagai model pendidikan alternatif juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia, Ismu Syamsudin.

“Insya Allah, ini akan menjadi model pendidikan yang baik di tahun 2026,” ujar Drs. Ismu Syamsudin.

Menurutnya, pendidikan karakter berbasis jati diri bangsa sangat relevan dengan tantangan generasi muda saat ini dan sejalan dengan upaya menyiapkan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Berbagai pihak, termasuk unsur kepolisian dan akademisi, juga menilai BINLAT Karakter Jati Diri Bangsa berpotensi menjadi pendekatan preventif dalam pembinaan remaja serta penguatan karakter kebangsaan sejak dini.
Ke depan, penyelenggara berencana mengembangkan BINLAT Karakter Jati Diri Bangsa secara lebih luas, baik di lingkungan pendidikan, komunitas pemuda, maupun institusi negara, agar model pendidikan ini dapat memberikan dampak yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

Husnu Mufid