
Semarang-Menaramadinah.com. Perkembangan media sosial seperti TikTok telah menciptakan ruang baru untuk mengekspresikan budaya dan komunikasi berbahasa. Penggunaan bahasa Jawa pada konten video digital menjadi topik menarik untuk diteliti. Yogi Tabah meneliti beberapa kesalahan berbahasa Jawa yang digunakan oleh tiktoker pada akun Hi.kaaal.
Menurut Yogi Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan berbahasa Jawa tataran fonologi dan morfologi pada video di akun TikTok Hi.kaaal.
*Metode Penelitian*
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat pada 17 video berbahasa Jawa yang diunggah antara tahun 2022-2025. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kesalahan fonologi dan morfologi pada video tersebut.
*Hasil Penelitian*
Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya kesalahan fonologi yang meliputi:
– *Penulisan*: 4 data kesalahan penulisan
– *Penghilangan Fonem*: 3 data kesalahan penghilangan fonem
– *Penambahan Fonem*: 3 data kesalahan penambahan fonem
Kesalahan morfologi mencakup:
– *Afiksasi*: 9 data kesalahan afiksasi
– *Komposisi*: 1 data kesalahan komposisi
– *Reduplikasi*: 2 data kesalahan reduplikasi
– *Pemendekan*: 3 data kesalahan pemendekan
*Temuan Penelitian*
Penelitian ini menyimpulkan bahwa bentuk kesalahan paling banyak ditemukan pada video di tahun 2022 pada video yang berjudul “Layangan Tebal Versi Jawa”. Kesalahan berbahasa mengalami kecenderungan menurun di tahun-tahun berikutnya.
*Kontribusi Penelitian*
Kontribusi penelitian ini terletak pada penggabungan analisis kesalahan fonologi dan morfologi sekaligus dalam konten video TikTok. Penelitian ini juga dapat menjadi rujukan dalam upaya penguatan literasi bahasa Jawa di kehidupan masyarakat maupun media sosial. Menurut Sungging Widagdo sebagai dosen pembimbing dan Nur Fateah sebagai dosen penguji, lebih detail dapat diakses pada: https://proceedings.unnes.ac.id/index.php/bsb/article/view/404
Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman bahasa dan budaya Jawa, serta memperkaya kajian linguistik.
Nur Fateah
Dosen BSJ FBS Unnes
