
بسم الله الرحمن الرحيم
*Allah SWT Mengutamakan Bathiniyah*
Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Fisik kita sebagai jasad manusia ini hanya berperan seperti wayang. Dimaksutkan peran besarnya manusia adalah terletak pada aspek bathiniyah. Secara logika, ketika kita mau berbuat sesuatu pasti atas perintah internal kita yang bersifat abstrak. Bentuk abstrak ini yang disebut bathiniyah. Internal kebaikan seseorang adalah identik dengan hati. Pentingnya peran internal yang identik dengan hati ini disupport oleh dalil berupa hadits.
Hadits Nabi Muhammad SAW yang memberikan pengertian bahwa bathiniyah kita lebih penting, adalah;
“إن الله لا ينظر إلى صوركم وأموالكم ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم”
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa kalian dan harta kalian, tetapi Dia (Allah SWT) melihat kepada hati dan amal kalian.”
Hal ini mendorong umat Islam untuk fokus pada perbaikan hati dan amal sholih. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, dalam Shahih Muslim nomor 2564.
Artikel ini menekankan bahwa yang berperan penting menurut Allah SWT adalah kualitas bathiniyah atau internal seseorang. Hal ini meliputi kualitas hati dan yang kemudian berwujud berupa amal perbuatan seseorang. Sebaliknya bukan capaian pangkat atau derajat di dunia atau juga bukan bentuk fasilitas fisik atau harta benda.
Point besarnya adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas hati kita. Perlu diketahui bahwa, biang kerok penyakit hati hanya ada tiga yakni sombong, tama’, dan hasud. InsyaAllah bila kita bisa membersihkan atau mengkosongkan hati kita dari tiga penyakit tersebut, maka hati kita akan bersih. Baru kemudian diisi dengan muatan-muatan akhlaq mulya.
Penyakit hati sombong pertama diaplikasikan oleh makhluq adalah oleh iblis. Dia menolak perintah Allah SWT untuk bersujud (menghormat) kepada Nabi Adam AS. Penyakit tama’ (Serakah/rakus) berharap lebih dari pemberian Allah SWT pertama dilakukan oleh iblis menggoda Nabi Adam AS untuk makan buah khuldi yang dilarang. Sedangkang hasud pertama dilakukan oleh makhluq adalah juga oleh iblis yang ditularkan kepada Qobil untuk membunuh Habil sebab hasud pemberian istri iqlimah.
Ketika membersihkan tiga penyakit tersebut insyaAllah akan sangat cepat berhasil apabila kita mengingat bahwa iblis yang pertama menjalankan dan menularkan. Selanjutnya mari kita isi hati kita dengan dzikir seperti istighfar tasbih tahmid takbir dan yang lain.
Rute tirakat besar adalah pembersihan hati dari kotoran penyakit hati, kemudian kita isi dengan amalan-amalan hati seperti ikhlas tawakkal dll. Semoga kita semua bisa melaksanakan ini dengan baik, sehingga kita bisa memiliki bathiniyah yang berkualitas tinggi di sisi (menurut) Allah SWT, Allahumma aamiin.
Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲
Surabaya, 23 Robiul Awal 1447
atau
15 September 2025
m.mustain
