Perlombaan Jong di Teluk bakau kabupaten Bintan semarakkan HUT ke-80 RI dan lestarikan budaya melayu

Teluk Bakau, Bintan – Semangat kemerdekaan dan pelestarian budaya Melayu berpadu dalam perlombaan Jong yang meriah di Teluk Bakau, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (23/08/2025). Acara yang digelar di Jalan Wisata Bahari KM 37, Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang ini, menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Ratusan masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara memadati lokasi perlombaan untuk menyaksikan keindahan Jong yang berlayar di perairan Teluk Bakau. Berbagai ukuran dan warna Jong menghiasi laut, menciptakan pemandangan yang memukau.

Menurut Bapak Junaidi, Ketua Pelaksana sekaligus juri perlombaan, sebanyak 168 peserta turut serta dalam ajang ini. Mereka terbagi dalam dua kategori, yaitu Jong Kecik dengan 81 peserta dan Jong Besar dengan 87 peserta.

“Perlombaan Jong ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah untuk melestarikan tradisi budaya Melayu yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita,” ujar Bapak Junaidi.

Perlombaan ini diikuti oleh 13 kelompok peserta. Salah satu kelompok yang cukup menonjol adalah Sriwijaya, yang membawa 15 Jong dari kedua kategori. Amir, ketua kelompok Sriwijaya, mengungkapkan bahwa keikutsertaan mereka adalah bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jong sebagai bagian dari identitas Melayu.

“Kami berharap, melalui perlombaan ini, generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai tradisi Jong. Ini adalah warisan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan agar tidak punah,” kata Amir.

Suasana pantai Teluk Bakau yang indah dengan air laut yang pasang dan angin yang bertiup sepoi-sepoi semakin menambah semarak perlombaan. Para peserta dengan semangat memacu Jong mereka, berusaha menjadi yang tercepat dan terbaik.

Sorak sorai penonton pun tak henti-hentinya menggema di sepanjang pantai, memberikan dukungan kepada para peserta. Para wisatawan mancanegara juga tampak antusias mengabadikan momen-momen seru ini dengan kamera mereka.

Perlombaan Jong ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Banyak pedagang kecil yang menjajakan makanan dan minuman di sekitar lokasi perlombaan, sehingga meningkatkan pendapatan mereka.

Pemerintah Kabupaten Bintan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan perlombaan Jong ini. Mereka berharap, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi daya tarik wisata yang semakin besar bagi Kabupaten Bintan.

“Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang dapat melestarikan budaya Melayu dan meningkatkan potensi pariwisata di Bintan,” ujar perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Bintan.

Dengan suksesnya perlombaan Jong ini, diharapkan semangat kemerdekaan dan kecintaan terhadap budaya bangsa, khususnya budaya Melayu, semakin menggelora di hati seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Bintan.